Bandung Siap Jadi Pusat Esports Mahasiswa Nasional Lewat LENM 2025

BANDUNG, Faktaindonesianews.com –Bandung kembali menjadi sorotan nasional setelah dipercaya menjadi tuan rumah final Liga Esports Nasional Mahasiswa (LENM) 2025. Turnamen bergengsi ini akan mempertemukan para pemain esports terbaik dari kalangan mahasiswa di seluruh penjuru Indonesia.

 

Bacaan Lainnya

Acara puncak LENM 2025 dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni 24 hingga 25 Mei 2025, bertempat di GOR Trilomba Juang, Kota Bandung. Kompetisi ini menjadi ajang unjuk gigi sekaligus sarana pembinaan talenta muda dalam dunia olahraga elektronik (esports) yang kian berkembang pesat.

 

Penyelenggaraan LENM berada di bawah kendali Akademi Garudaku, sebuah lembaga pelatihan esports yang bernaung di bawah Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI). Ajang ini melibatkan peserta dari lebih dari 1.350 kampus di seluruh Indonesia—sebuah skala yang menunjukkan antusiasme luar biasa dari kalangan akademik terhadap industri esports.

 

Ketua Umum Esports Indonesia Kota Bandung, Uyung Rommy, menyampaikan bahwa LENM 2025 bukan sekadar turnamen, melainkan langkah strategis untuk mempromosikan Bandung sebagai salah satu pusat esports di Asia.

 

“Kami ingin mengangkat Bandung sebagai City of Esports. Bukan hanya di tingkat nasional, tapi juga Asia. Event ini jadi langkah awal untuk mewujudkan itu,” ungkap Uyung saat konferensi pers di Pendopo Kota Bandung, Kamis (22/5/2025).

 

Dalam grand final nanti, dua gim populer yang akan menjadi medan pertempuran adalah Mobile Legends: Bang Bang dan Honor of Kings. Kedua gim ini dipilih karena memiliki basis pemain yang besar serta kompetisi yang dinamis.

 

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyambut positif kepercayaan yang diberikan kepada kotanya sebagai tuan rumah LENM 2025. Ia menekankan bahwa esports kini telah menjadi wadah prestasi yang serius, dan perlu dukungan penuh dari berbagai pihak.

 

“Esports itu ajang prestasi. Standarnya tinggi dan perlu dukungan penuh. Setiap acara seperti ini punya dampak positif, baik dari sisi ekonomi maupun pariwisata,” ujarnya.

 

Farhan juga menekankan pentingnya membangun pemahaman bahwa esports bukan sekadar hobi bermain gim, melainkan industri masa depan yang menjanjikan banyak peluang karier.

 

“Ada banyak potensi di dunia esports—mulai dari atlet, manajer tim, caster, hingga pengembang gim. Ini industri masa depan yang sangat menjanjikan,” tambahnya.

 

Kesimpulannya, dengan semangat kolaborasi antara pemerintah kota, PB ESI, dan komunitas akademik, LENM 2025 diharapkan tak hanya melahirkan juara-juara baru di ranah esports, tetapi juga memperkuat posisi Bandung sebagai episentrum perkembangan esports nasional dan Asia.

Pos terkait