Jakarta, Faktaindonesianews.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program perumahan rakyat. Hingga akhir Agustus 2025, BRI telah menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah Subsidi (KPRS) senilai Rp14,65 triliun kepada lebih dari 107 ribu debitur di seluruh Indonesia.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan pencapaian ini membuktikan peran BRI sebagai bank penyalur utama program perumahan subsidi pemerintah.
“Kami berkomitmen menghadirkan akses hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Penyaluran KPRS ini sejalan dengan visi BRI untuk berkontribusi pada pemerataan kesejahteraan sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional,” ujarnya, Senin (22/9/2025).
Jika dirinci, penyaluran KPRS BRI mencakup KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp14,21 triliun, KPR Tapera Rp329,92 miliar, KPR Subsidi Selisih Bunga (SSB) Rp103,75 miliar, serta Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) Rp9,24 miliar.
Sebagai wujud nyata dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah, BRI juga menambah kuota penyaluran KPR FLPP pada Agustus 2025 dari 17.700 unit menjadi 25.000 unit.
“Kami optimistis program perumahan subsidi dapat terus diperluas jangkauannya, sehingga semakin banyak keluarga Indonesia yang bisa memiliki rumah layak huni,” kata Dhanny.
Penyaluran KPRS ini sejalan dengan fokus BRI dalam mendukung Asta Cita Pemerintah, khususnya pada pembangunan infrastruktur dan pemerataan ekonomi dari desa.
Melalui pembiayaan perumahan, BRI tidak hanya memberikan akses tempat tinggal, tetapi juga ikut meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dengan capaian tersebut, BRI kian mempertegas perannya sebagai bank milik negara yang aktif dalam mendukung inklusi perumahan sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi nasional.






