GARUT, Faktaindonesianews.com — Bupati Garut Abdusy Syakur Amin secara resmi membuka kegiatan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Pendopo Garut, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Rabu (22/5/2025), dan dihadiri ratusan peserta serta sejumlah pejabat penting.
Dalam sambutannya, Bupati Garut mengungkapkan kebahagiaan atas terlaksananya orientasi meskipun sempat tertunda. “Hari ini merupakan hari penuh bahagia bagi kita semua. Tadi saya sempat bertanya, orientasi ini untuk angkatan 2022/2023 yang menurut saya terlambat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa setelah resmi dilantik, para PPPK kini menjadi bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan harus memahami serta menaati aturan yang berlaku. “Ini adalah proses orientasi di mana Bapak/Ibu mulai mengenal peran sebagai PPPK. Hari ini berbeda dengan hari sebelumnya, dan ini bukan keinginan kami, tetapi keinginan Bapak/Ibu semua. Jangan pernah mengeluh,” tegasnya.
Syakur juga mengingatkan bahwa jabatan PPPK bukan akhir dari perjuangan, melainkan titik awal untuk terus berkembang. “Jangan merasa menjadi orang besar setelah dilantik. Tetap rendah hati dan terus upgrade diri untuk mencapai pencapaian yang lebih baik,” tambahnya.
Acara ini menjadi ajang pengenalan tugas, etika, serta budaya kerja di lingkungan pemerintahan. Tak hanya itu, kehadiran berbagai pejabat tinggi menunjukkan dukungan serius terhadap peningkatan kapasitas SDM di Pemkab Garut. Hadir dalam acara tersebut antara lain Kepala LAN Muhammad Taufiq, Deputi Pengembangan Kapasitas ASN Tri Widodo Wahyu Utomo, Deni dari bagian Pembelajaran Karakter & Sosial Kultural, serta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut Ayi Suryana.
Mereka memberikan semangat dan arahan kepada para PPPK untuk selalu menjunjung tinggi profesionalitas dan integritas dalam menjalankan tugas.
Dengan resmi dibukanya orientasi ini, para PPPK di Kabupaten Garut diharapkan siap menjalankan perannya sebagai bagian dari ASN yang profesional dan berdedikasi. Momen ini menjadi awal perjalanan baru dalam mewujudkan birokrasi yang lebih efektif, responsif, dan melayani masyarakat dengan lebih baik.






