Faktaindonesianews.com – Satgas Operasi Damai Cartenz kembali menangkap anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang sempat melarikan diri dari lembaga pemasyarakatan. Pelaku bernama Ferly Wesabla alias Ferlin (21) berhasil diamankan di wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Yusuf Sutejo, menjelaskan penangkapan dilakukan pada Senin (16/3) sekitar pukul 17.50 WIT di salah satu kompleks perumahan di Dekai.
“Penangkapan dilakukan setelah aparat menerima informasi terkait keberadaan pelaku di wilayah tersebut,” ujarnya, Selasa (17/3).
Sempat Kabur dan Bersembunyi
Berdasarkan hasil penyelidikan, Ferly diketahui tengah mengendarai sepeda motor menuju rumah keluarganya di kawasan Ekselon II. Saat aparat hendak melakukan penangkapan, pelaku sempat mencoba melarikan diri.
Ia bahkan bersembunyi di area semak-semak di sekitar lokasi. Namun upaya tersebut gagal setelah aparat melakukan pengejaran dan berhasil mengamankannya.
Narapidana Kabur dari Lapas Wamena
Ferly merupakan salah satu dari tujuh narapidana yang melarikan diri dari Lapas Klas IIB Wamena pada 25 Februari 2025 lalu.
Dalam pelariannya, ia tidak sendiri. Sejumlah nama lain yang ikut kabur antara lain:
-
Penias Heluka alias Kopi Tua (pimpinan KKB Yahukimo)
-
Nelis Helika
-
Rio Elopere
-
Ariel Sonyap
-
Segius Asso
-
Welinton Kogoya alias Ula
Namun, Welinton Kogoya sebelumnya sudah lebih dulu ditangkap saat pelarian berlangsung di sekitar area lapas.
Terlibat Kasus Pembunuhan
Selain berstatus narapidana kabur, Ferly juga diketahui merupakan anggota KKB Kodap XVI Yahukimo, Batalyon Yalennang. Ia memiliki rekam jejak kriminal serius.
Ferly pernah terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap anggota Polres Yahukimo, Oktovianus Buara, pada tahun 2024 dan telah divonis bersalah oleh pengadilan.
Proses Hukum Berlanjut
Saat ini, pelaku telah diamankan di Polres Yahukimo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik. Aparat juga tengah berkoordinasi dengan pihak lapas terkait proses pengembalian narapidana tersebut.
Yusuf menegaskan pentingnya peningkatan pengawasan di lembaga pemasyarakatan guna mencegah kejadian serupa terulang.
“Kami berharap sistem pengamanan di lapas terus ditingkatkan agar pelarian narapidana dapat diminimalisir dan proses pembinaan berjalan optimal,” ujarnya.
Penangkapan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan aparat dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua Pegunungan serta menindak tegas kelompok bersenjata yang meresahkan masyarakat.






