Bandung, Faktaindonesianews.com – Dedi Mulyadi resmi dilantik sebagai Gubernur Jawa Barat setelah menerima serah terima jabatan dari Penjabat (Pj) Gubernur Bey Machmudin dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Barat di Kota Bandung, Jumat (21/2/2025). Momen ini menjadi awal dari gebrakan baru dalam pembangunan di provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia tersebut.
Dalam pidato perdananya, Dedi menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur serta melakukan efisiensi anggaran demi kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.
“Pagi ini kita melaksanakan dua agenda penting, yakni serah terima jabatan dengan Pak Bey Machmudin, yang saya sebut sebagai Gubernur ke-17, serta penyampaian pidato pertama sebagai bentuk akselerasi kepemimpinan,” ujarnya.
Gebrakan di Sektor Infrastruktur
Salah satu prioritas utama Dedi adalah percepatan perbaikan jalan di seluruh Jawa Barat dengan target ambisius mencapai 100 persen pada 2026. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas material jalan agar lebih tahan lama dan mampu menopang kendaraan berat, terutama di kawasan industri.
“Material jalan harus lebih baik, lebarnya ditambah, serta dilengkapi marka, CCTV, PJU, dan estetika seperti gapura. Kita ingin masyarakat merasakan infrastruktur yang nyaman dan aman,” tegasnya.
Selain itu, Dedi juga mendorong pengembangan transportasi terintegrasi di Jawa Barat. Salah satu program unggulannya adalah pembangunan monorel di Bandung Raya, yang mencakup Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Sumedang. Ia berharap proyek ini dapat menjadi solusi efektif untuk mengurangi kemacetan.
“Kami juga ingin mengaktifkan kembali jalur kereta peninggalan era kolonial Belanda yang potensial untuk transportasi massal yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” tambahnya.
Efisiensi Anggaran, Fokus pada Program Prioritas
Dedi menegaskan bahwa efisiensi anggaran bukan berarti pemangkasan, melainkan pengalokasian ulang dana untuk program yang berdampak langsung pada masyarakat. Bahkan, ia menantang Kepala Bappeda untuk meningkatkan belanja daerah dari Rp31 triliun menjadi Rp33 triliun.
Beberapa program yang mendapatkan peningkatan anggaran signifikan meliputi:
- Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB): dari Rp60 miliar menjadi Rp1,2 triliun untuk meningkatkan akses pendidikan yang layak.
- Perbaikan Jalan: dari Rp600 miliar menjadi Rp2,4 triliun guna mempercepat pembangunan dan pemeliharaan jalan.
- Penyediaan Listrik bagi Masyarakat Miskin: dari Rp20 miliar menjadi Rp350 miliar untuk memperluas akses energi.
- Program Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni): dari Rp20 miliar menjadi Rp120 miliar untuk membantu warga memperbaiki rumah mereka.
Sebaliknya, Dedi berencana memangkas atau menghapus anggaran untuk kegiatan yang dinilai tidak memberi manfaat langsung, seperti perjalanan dinas yang tidak esensial dan seminar seremonial di hotel.
“Saya memulai dari diri sendiri. Tidak ada anggaran untuk baju dinas baru, perjalanan dinas ke luar negeri, atau studi banding yang tidak relevan,” tegasnya.
Langkah Awal Menuju Jabar yang Lebih Baik
Dengan langkah-langkah strategis ini, Dedi Mulyadi bertekad membawa Jawa Barat menuju era baru yang lebih maju, berdaya saing, dan sejahtera. Gebrakan awalnya menunjukkan keseriusan dalam menata pembangunan dan keuangan daerah agar benar-benar berpihak kepada masyarakat.
Warga pun menantikan realisasi dari program-program ambisiusnya. Apakah Dedi mampu mewujudkan janjinya? Waktu yang akan menjawab.






