Bandung, Faktaindonesianews.com – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bandung resmi menutup rangkaian Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2025 yang berlangsung di Dapur Hawu – The Lodge Maribaya, Selasa (9/12/2025). Agenda tahunan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja tahun berjalan sekaligus menyusun rencana kerja Tahun 2026 guna memperkuat ekosistem industri kerajinan Kota Bandung yang semakin inovatif, kompetitif, dan berkelanjutan.
Dalam Rakerda tersebut, dua agenda besar dibahas secara mendalam: evaluasi program kerja 2025 serta penyusunan dan pengesahan program kerja 2026. Dari proses evaluasi, Dekranasda mencatat sejumlah capaian penting yang menegaskan meningkatnya kinerja organisasi dan kolaborasi dengan para pelaku usaha serta pemangku kepentingan lainnya.
Ketua Dekranasda Kota Bandung, Aryatri Benarto Farhan, memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh jajaran, mitra strategis, hingga pelaku UMKM yang turut berperan sepanjang 2025. Ia menyoroti pencapaian besar berupa hadirnya Galeri Patrakomala, yang kini menjadi rujukan berbagai daerah sebagai contoh ruang promosi produk kerajinan yang efektif. “Dalam waktu kurang dari setahun, kegiatan kita luar biasa banyaknya, bahkan kita berhasil menghadirkan Galeri Patrakomala yang kini menjadi rujukan kota-kota lain,” ujar Aryatri.
Ia berharap sinergi lintas sektor dapat terus diperkuat agar Dekranasda dapat melahirkan lebih banyak terobosan yang berdampak langsung bagi pelaku usaha. “Mudah-mudahan kerja sama kita semakin solid dan menghasilkan inovasi yang memberi manfaat lebih luas bagi pelaku UMKM Kota Bandung,” tambahnya.
Terkait arah kerja tahun depan, Aryatri menegaskan bahwa fokus utama Tahun 2026 adalah pendataan dan integrasi basis data. Menurutnya, langkah ini menjadi fondasi penting untuk pembangunan ekosistem UMKM yang lebih tertata. Pendataan ditujukan untuk menyinkronkan informasi pelaku UMKM, verifikasi data, hingga integrasi program yang melibatkan seluruh perangkat daerah terkait. “Tujuannya membangun database terpadu agar proses kurasi lebih terstruktur, tepat sasaran, dan mendukung pengembangan produk kerajinan,” jelasnya.
Selain fokus pendataan, Dekranasda juga menyusun empat program prioritas 2026, yaitu:
-
Peningkatan kualitas dan inovasi produk.
-
Akselerasi digitalisasi dan perluasan pemasaran.
-
Penguatan kolaborasi lintas sektor.
-
Regenerasi pelaku usaha muda agar industri kerajinan tetap berkelanjutan.
Untuk mendukung prioritas tersebut, Dekranasda menetapkan berbagai program fasilitasi UMKM, antara lain kurasi produk, perlindungan kekayaan intelektual, fasilitasi HAKI, pendampingan usaha mikro, klinik usaha untuk NIB dan legalitas, Program Sauyunan, kerja sama pasar internasional melalui Sister City Market Collaboration, seminar peningkatan kapasitas, serta fasilitasi sertifikasi halal, mutu, dan SNI.
Dekranasda Kota Bandung juga menyiapkan sederet agenda dan event besar sepanjang 2026, termasuk Table Top 2026, Pameran ICE pada Munas APEKSI, Pekan Kerajinan Jawa Barat, Asia Africa Festival, HUT ke-46 Dekranas, Kriyanusa 2026, Bandung Investment Summit, hingga keikutsertaan pada INACRAFT 2026.
Berbagai agenda tersebut diharapkan menjadi panggung bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar, memperkuat branding, serta membuka peluang investasi baru.
Melalui Rakerda 2025–2026 ini, Dekranasda Kota Bandung menegaskan komitmennya untuk terus menjadi motor penggerak industri kerajinan daerah, menghadirkan program yang adaptif, terencana, dan berorientasi pada peningkatan daya saing UMKM agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
