Jakarta, Faktaindonesianews.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu meluncurkan Kick Off Kampanye Tuberkulosis TOSS TB (Temukan, Obati, Sampai Sembuh) sebagai langkah strategis untuk memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis (TB) di Jawa Barat. Kegiatan yang digelar baru-baru ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat berperan aktif dalam pemberantasan penyakit menular berbahaya tersebut.
Kampanye TOSS TB mengusung konsep acara yang lebih edukatif dan partisipatif, meliputi edukasi kesehatan, olahraga bersama (Germas), hingga hiburan yang dikemas sebagai upaya menarik minat masyarakat agar lebih peduli terhadap gejala, penularan, dan penanganan TB. Dinkes menegaskan bahwa kampanye ini merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, media, akademisi, komunitas, dunia usaha, hingga masyarakat luas.
Melalui kampanye tersebut, masyarakat diharapkan mampu mengenali gejala awal tuberkulosis, mulai dari batuk berkepanjangan, keringat malam, hingga penurunan berat badan drastis. Tidak hanya itu, warga juga didorong agar segera memeriksakan diri dan disiplin menjalani pengobatan untuk mencegah penularan di lingkungan keluarga.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Caridin, menjelaskan bahwa pihaknya turut menyediakan layanan cek kesehatan gratis selama kampanye berlangsung. Sasaran utama skrining adalah pasien diabetes melitus dan perokok aktif, kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi terpapar TB. “Kami melakukan pemeriksaan sampel dahak melalui metode TCM (Tes Cepat Molekuler), teknologi yang mampu membedakan apakah kuman TB masih sensitif terhadap obat lini pertama atau sudah masuk kategori resisten,” jelasnya.
Data Dinkes Indramayu menunjukkan bahwa sepanjang Januari hingga 7 November 2025 telah ditemukan 5.306 kasus TB, atau setara 71 persen dari target temuan kasus sebanyak 7.566. Dari jumlah tersebut, 4.532 kasus sudah mendapatkan pengobatan, setara 85 persen, meski belum mencapai target ideal yakni 95 persen pasien harus mendapatkan terapi lengkap.
Tantangan lain yang mengemuka adalah meningkatnya temuan TBC Resisten Obat dan TB X-DR, jenis TB yang lebih berbahaya karena sudah kebal terhadap obat lini 1 dan lini 2 sehingga sangat sulit diobati. Kondisi tersebut menjadi ancaman serius mengingat Indonesia mencatat angka kematian akibat TB mencapai 125.000 jiwa pada tahun 2024.
Caridin menegaskan bahwa upaya menekan penyebaran TB harus dilakukan melalui pendekatan holistik yang mencakup edukasi, pencegahan, dan penguatan perilaku hidup sehat. Pemerintah Kabupaten Indramayu pun terus menggencarkan promosi PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), serta mengedukasi masyarakat melalui program Rumah Sehat dan gerakan CERDIK (Cek kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin berolahraga, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres). Menurutnya, gaya hidup sehat merupakan benteng pertama untuk memperkuat sistem imun tubuh, selain vaksinasi BCG pada anak.






