Bandung, Faktaindonesianews.com – Kabar duka datang dari industri perbankan daerah. Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB), Yusuf Saadudin, meninggal dunia pada Jumat (14/11/2025) sekitar pukul 00.00 WIB di RS Mayapada Bandung. Kepergian sosok yang dikenal sebagai motor utama transformasi Bank BJB ini sontak mengguncang dunia perbankan, terutama di tingkat daerah.
Jenazah almarhum Yusuf kemudian disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Jl. Gamelan Nomor 4 Bandung. Suasana haru terlihat sejak pagi ketika kerabat, kolega, dan pegawai bank mulai berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir.
Yusuf Saadudin merupakan bankir kelahiran Bandung pada 1973. Ia menyelesaikan pendidikan S-1 Akuntansi di Universitas Padjadjaran pada 1999, lalu melanjutkan studi dan meraih Magister Hukum Ekonomi dan Bisnis di kampus yang sama pada 2015. Perjalanan panjangnya di dunia perbankan membuatnya dipercaya memegang posisi Direktur Utama Bank BJB pada Maret 2025.
Dalam keterangan resmi manajemen pada Jumat pagi, Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh insan Bank BJB menyampaikan rasa duka mendalam. Mereka menilai kepergian Yusuf menjadi kehilangan besar karena selama kepemimpinannya, ia dikenal sebagai tokoh penting yang mendorong Bank BJB berada di jalur transformasi agresif dan berkelanjutan.
Di bawah arahannya, Bank BJB memperkuat strategi permodalan, memperluas kemitraan bisnis, dan mengakselerasi modernisasi layanan digital. Yusuf juga dikenal menanamkan budaya kerja yang berlandaskan tata kelola kuat (GCG) sekaligus memperkuat pengembangan talenta internal—dua pilar yang kini menjadi fondasi arah transformasi perusahaan.
Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB, Herfinia, mengatakan bahwa Yusuf meninggalkan jejak yang sulit tergantikan.
“Kami sangat kehilangan sosok pemimpin yang memberikan kontribusi luar biasa bagi pertumbuhan dan transformasi bank bjb. Integritas dan nilai-nilai yang beliau tanamkan menjadi warisan berharga bagi kami. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujarnya.
Berdasarkan catatan resmi perusahaan, Yusuf mengawali kariernya di Bank BJB dan menempati berbagai posisi strategis. Ia pernah memimpin Divisi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) pada 2019–2021. Setelah itu, ia dipercaya menakhodai Divisi Kredit Konsumer sejak 2021 hingga Juli 2024. Kariernya terus menanjak hingga menduduki jabatan Direktur Konsumer dan Ritel pada 2024–2025 sebelum akhirnya diangkat sebagai Direktur Utama.
Meski kehilangan pucuk pimpinan, manajemen memastikan bahwa seluruh proses bisnis, layanan perbankan, dan fungsi intermediasi tetap berjalan normal sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG). Seluruh keputusan dan langkah lanjutan akan mengikuti mekanisme tata kelola perusahaan yang berlaku.
Bank BJB juga mengajak seluruh nasabah, mitra bisnis, pemegang saham, dan masyarakat untuk mendoakan almarhum Yusuf agar seluruh amal kebaikannya diterima serta mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Perusahaan menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian, dukungan, dan doa dari berbagai pihak yang mengalir sejak kabar duka tersiar.






