Jakarta, Faktaindonesianews.com – Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem), Surya Paloh, menegaskan pentingnya konsolidasi berkelanjutan sebagai fondasi penguatan partai ke depan. Pesan itu ia sampaikan saat memberikan pengarahan sekaligus menutup Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai NasDem di NasDem Tower, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (13/11).
Rakornas yang berlangsung selama dua hari itu menghadirkan laporan lengkap dari 38 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) di seluruh Indonesia. Masing-masing DPW memaparkan capaian, tantangan, serta kinerja kader di wilayah masing-masing. Surya menilai informasi yang disampaikan menunjukkan perkembangan positif dalam konsolidasi internal partai.
Menurut Surya, di usia 14 tahun, NasDem memiliki modal politik yang cukup kuat untuk terus berkontribusi bagi bangsa. Ia mengakui target maksimal belum tercapai, tetapi ia menilai perkembangan partai tetap berada pada jalur yang benar.
“Kita patut mensyukuri bahwa progres perjalanan dalam tahapan konsolidasi demi konsolidasi menunjukkan tanda-tanda yang baik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (14/11).
Ia juga meminta seluruh struktur pengurus—mulai dari pusat hingga daerah—menjaga keteladanan dan memperkuat kehadiran partai di tengah masyarakat. Surya menegaskan bahwa NasDem harus hadir untuk meringankan beban rakyat, menyerap aspirasi, dan membangun kedekatan emosional dengan masyarakat.
Menghadapi Pemilu 2029, Surya memastikan bahwa NasDem tidak akan menunggu momentum menjelang pemilu untuk mulai bekerja. Ia menilai pola kerja jangka panjang merupakan tradisi baik yang harus terus dijaga oleh seluruh kader.
“Baru satu tahun lebih selesai pemilu, kita sudah bekerja lagi untuk pemilu berikutnya. Itu pertanda baik,” tegasnya.
Surya menambahkan, NasDem tidak ingin menjadi partai yang muncul hanya karena agenda sesaat. Sebagai partai modern, NasDem memilih untuk terus memperkuat politik gagasan dan menghadirkan narasi positif dalam kehidupan demokrasi.
“Sejak awal kita meyakinkan publik dengan politik gagasan. Di sana ada interaksi, dan dari interaksi itu lahir nilai serta prinsip yang mengedukasi masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa proses konsolidasi yang kuat sejak dini merupakan kunci untuk membangun partai yang berorientasi pada kepentingan bangsa, bukan kepentingan kelompok atau kekuasaan semata.






