Faktaindonesianews.com, Jakarta – Langkah PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) yang mengimpor sekitar 105 ribu kendaraan dari India untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menuai sorotan tajam dari parlemen. Anggota DPR RI, Ahmad Iman Sukri, menilai kebijakan tersebut kontras dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong penggunaan produk dalam negeri.
Iman yang juga menjabat Wakil Ketua Badan Legislasi DPR menegaskan bahwa Presiden Prabowo selama ini menunjukkan kebanggaan terhadap kendaraan produksi lokal. Bahkan, para menteri dan pejabat pemerintah diarahkan menggunakan kendaraan taktis Maung sebagai simbol dukungan terhadap industri nasional.
“Kalau kita mampu membuat kendaraan sendiri, kenapa harus impor?” tegas Iman dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (21/2).
Kapasitas Industri Dinilai Sangat Memadai
Iman memaparkan bahwa kapasitas industri otomotif nasional saat ini dinilai sangat mencukupi. Berdasarkan data produsen dalam negeri, kapasitas produksi mencapai 2,5 juta unit kendaraan per tahun, termasuk kendaraan niaga ringan jenis pikap. Bahkan, segmen pikap disebut sebagai salah satu produk unggulan ekspor Indonesia.
Menurutnya, keputusan impor justru menimbulkan tanda tanya besar, terutama ketika pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk mendorong produksi kendaraan lokal. Ia juga mengingatkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian yang menekankan penguatan industri nasional.
Dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan—mulai dari daya beli yang melemah hingga tekanan global—Iman meminta BUMN lebih berhati-hati menggunakan anggaran negara. Ia menekankan pentingnya memastikan setiap belanja negara memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional, bukan justru menguntungkan pihak tertentu.
Rincian Impor dari India
Kabar impor ini pertama kali diumumkan oleh perusahaan otomotif India, Mahindra & Mahindra, pada 4 Februari 2026. Dalam pernyataannya, perusahaan tersebut akan menyuplai 35.000 unit Scorpio Pikup ke Indonesia.
Pada 20 Februari 2026, Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, mengonfirmasi bahwa total kendaraan yang diimpor mencapai 105.000 unit. Rinciannya meliputi 35.000 unit pikap 4×4 dari Mahindra, 35.000 unit pikap 4×4 dari Tata Motors, serta 35.000 unit truk roda enam.
Joao menyatakan bahwa kendaraan tersebut telah mulai didistribusikan ke berbagai daerah. Sebanyak 200 unit sudah tiba dan disalurkan, dengan tambahan 400 unit menyusul pekan depan. Hingga akhir bulan, ditargetkan 1.000 unit akan masuk dan langsung didistribusikan, masing-masing satu unit untuk setiap Koperasi Merah Putih.
Polemik Komitmen Industri Nasional
Perdebatan ini memperlihatkan tarik-menarik antara kebutuhan percepatan distribusi kendaraan untuk mendukung program KDKMP dan komitmen penguatan industri otomotif dalam negeri. Di satu sisi, pemerintah ingin memastikan program berjalan cepat. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan besar soal keberpihakan terhadap produksi nasional.
