Enam Pelajar Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Siswa SMAN 5 Bandung hingga Tewas

Faktaindonesianews.com, Bandung – Polisi meringkus enam orang pelajar sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan yang berujung tewasnya seorang siswa SMAN 5 Bandung, Muhammad Fahdly Arjasubrata. Peristiwa tragis ini terjadi di kawasan Jalan Cihampelas, Kota Bandung dan sempat menghebohkan publik.

Polisi Tetapkan Enam Tersangka di Bawah Umur

Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menetapkan enam orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam kejadian tersebut.

Bacaan Lainnya

Kami sudah menetapkan enam tersangka yang diduga menjadi pelaku terkait peristiwa meninggalnya korban anak di bawah umur,” ujarnya, Selasa (21/4).

Seluruh pelaku diketahui masih berstatus pelajar tingkat SMA dan termasuk kategori anak di bawah umur.

Pendampingan Khusus untuk Pelaku Anak

Karena para tersangka masih di bawah umur, proses hukum dilakukan dengan pendekatan khusus melalui pendampingan anak yang berhadapan dengan hukum.

Anton menjelaskan, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan berbagai lembaga terkait guna memastikan proses berjalan sesuai aturan perlindungan anak.

Kami berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Daerah, Dinas Sosial, serta Balai Pemasyarakatan untuk memberikan pendampingan dalam pemeriksaan para pelaku,” jelasnya.

Pihak Sekolah Serahkan Proses ke Kepolisian

Pelaksana Tugas Kepala Sekolah SMAN 5 Bandung, Agus Ferdiana, menyatakan pihak sekolah sepenuhnya menyerahkan penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.

Hormati proses dari kepolisian yang sedang berjalan untuk mengungkap fakta,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pihak sekolah mendukung penuh langkah kepolisian dalam mengusut kasus ini secara profesional dan transparan.

Imbauan untuk Tidak Sebarkan Spekulasi

Agus mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam menyikapi kasus ini. Ia meminta semua pihak menahan diri dan tidak menyebarkan spekulasi maupun konten visual yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kondusivitas serta menghormati keluarga korban.

Video Viral Ungkap Kronologi Awal Kejadian

Sebelumnya, sebuah video amatir yang memperlihatkan dugaan aksi bentrok di kawasan Cihampelas pada Jumat (13/3) malam sempat viral di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang laki-laki yang diduga sebagai korban pengeroyokan tergeletak di pinggir jalan dalam kondisi tidak berdaya. Video ini kemudian memicu perhatian luas dari masyarakat dan mendorong aparat untuk segera melakukan penyelidikan.

Pos terkait