Erwin Tegaskan Pendidikan Agama Jadi Fondasi Karakter Bangsa

Erwin Tegaskan Pendidikan Agama Jadi Fondasi Karakter Bangsa

BANDUNG, Faktaindonesianews.com – Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menegaskan bahwa pendidikan agama memiliki peran strategis dalam membangun karakter dan moral bangsa. Menurutnya, guru agama adalah ujung tombak dalam mencetak generasi yang beradab, beriman, dan berakhlak mulia.

“Pendidikan agama merupakan benteng moral dan guru agama adalah ujung tombak bagi peserta didik. Ini merupakan investasi besar untuk membangun generasi yang beradab,” ujar Erwin saat membuka kegiatan Pelatihan Peningkatan Mutu Guru Keagamaan se-Kota Bandung, di Urbanview Hotel Newton Bandung, Selasa (28/10/2025).

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut diikuti 60 pengajar agama dari berbagai sekolah di Kota Bandung. Mereka mendapat pembekalan untuk memperkuat kapasitas dan meningkatkan kualitas pembelajaran keagamaan di era digital yang serba cepat.

Erwin menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berkomitmen menghadirkan berbagai program peningkatan kualitas guru agama, agar para pendidik mampu menjadi teladan (role model) bagi peserta didik dan masyarakat.

“Kami ingin para guru agama di Kota Bandung bukan hanya cakap dalam mengajar, tetapi juga mampu menjadi inspirasi dan pembimbing jiwa bagi anak-anak, terutama di era digital yang penuh tantangan ini,” jelasnya.

Menurut Erwin, profesi guru agama adalah profesi mulia yang berperan menjaga moralitas dan budi pekerti generasi muda. Ia menilai, peran guru agama kini semakin penting di tengah derasnya arus informasi dan penyebaran hoaks yang berpotensi memecah belah.

“Anak zaman sekarang harus banyak didengarkan. Dari mendengarkan akan muncul kepercayaan dan keterbukaan. Di situlah peran guru agama sebagai pembimbing dengan spirit akhlakul karimah dan semangat ibadah yang tinggi,” tutur Erwin.

Ke depan, Pemkot Bandung berencana menghadirkan program lisensi bagi guru mengaji sebagai bentuk standarisasi mutu pendidik agama di kota tersebut. Langkah ini diharapkan dapat mendorong tenaga pengajar agama menjadi semakin kompeten, kreatif, dan menyenangkan dalam menyampaikan materi pembelajaran.

Selain itu, kegiatan pelatihan ini juga menjadi wadah memperkuat kolaborasi antar sesama pendidik dalam membangun ekosistem pendidikan yang religius, toleran, dan berkarakter.

Pos terkait