Faktaindonesianews.com – Perempuan masa kini memiliki ruang yang semakin luas untuk menunjukkan kemampuan dan kontribusinya. Semangat tersebut tercermin dari Elce Putri Bontong, tenaga pemasar mikro atau Mantri BRI yang bertugas di BRI Unit Bolu, Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan.
Elce menjalankan tugas di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) dengan medan perjalanan yang penuh tantangan. Jalan pegunungan, hutan, dan perbukitan tidak menyurutkan langkahnya untuk mendatangi masyarakat di desa-desa terpencil.
Bagi Elce, setiap perjalanan bukan sekadar kewajiban pekerjaan. Ia melihat tugas tersebut sebagai kesempatan untuk memperluas akses layanan keuangan sekaligus membantu masyarakat mengembangkan usaha.
Berawal dari Teller, Kini Jadi Mantri BRI
Perjalanan karier Elce bersama BRI dimulai pada 2013. Ia mengawali pekerjaannya sebagai teller sebelum kemudian mendapat kesempatan menjalankan tugas sebagai customer service.
Pengalaman melayani nasabah dari dalam kantor membuat Elce ingin mengambil peran yang lebih luas. Ia kemudian mengikuti rekrutmen Mantri BRI pada 2020 dan mendapat penempatan di wilayah Toraja.
“Tertarik menjadi Mantri karena menurut saya jangkauan pelayanannya akan lebih luas. Kalau sebelumnya sebagai teller dan CS kan terbatas di dalam gedung saja, jadi menunggu nasabah datang. Saya mau jemput bola juga di lapangan makanya saya tertarik menjadi Mantri. Kalau di luar kan nasabahnya lebih beragam kebutuhannya,” cerita Elce, dikutip Minggu (27/7/2026).
BRI Unit Bolu menjadi unit kedua yang Elce tangani sebagai Mantri. Dari lokasi tersebut, ia melayani nasabah di Desa Karre Pananian, Kecamatan Nanggala, Kabupaten Toraja Utara.
Jarak desa tersebut sekitar 35 kilometer dari kantor unit. Elce harus melewati jalur pegunungan dengan kondisi jalan yang menantang untuk menemui nasabah.
Melewati Hutan dan Perbukitan untuk Layani Nasabah
Jalan sepi yang melewati hutan dan perbukitan menjadi bagian dari rutinitas Elce. Kondisi tersebut tentu menghadirkan risiko tersendiri, terlebih ketika ia harus melakukan perjalanan seorang diri.
Namun, tantangan medan tidak membuat Elce mengurangi intensitas pelayanan. Ia tetap mendatangi nasabah dan memahami kebutuhan ekonomi mereka secara langsung.
Sebagian besar masyarakat yang ia layani bekerja sebagai petani dan peternak, termasuk peternak babi dan kerbau. Elce membantu mereka mengakses pembiayaan maupun layanan tabungan sesuai kebutuhan usaha.
“Kalau nasabah di desa kebanyakan itu petani dan peternak, seperti peternak babi, kerbau. Layanan keuangan yang saya berikan biasanya pinjaman dan tabungan. Kalau pinjaman biasanya digunakan untuk menambah modal, misalnya beli indukan, penggemukkan, pokoknya untuk mengembangkan usahanya,” jelas Elce.
Ia tidak hanya menawarkan pembiayaan. Elce juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menyimpan uang di lembaga keuangan formal.
Menurutnya, sebagian warga masih terbiasa menyimpan uang tunai di rumah. Karena itu, ia menghadirkan BRILink Agen di desa untuk memudahkan masyarakat melakukan transaksi tanpa harus menempuh perjalanan jauh menuju kantor bank.
“Saya juga edukasikan pelan-pelan pentingnya menabung di bank. Saya buat juga satu BRILink Agen di desa, tujuannya untuk mempermudah masyarakat menyimpan atau mengambil uang. Orang Toraja ini kan perantau ya, banyak yang anak-anaknya kerja di luar kota, luar pulau. Jadi, mereka tidak perlu titip uang ke orang lain lagi kalau mau kirim uang ke keluarganya,” jelas Elce.
Bangga Melihat Usaha Nasabah Berkembang
Bagi Elce, kepuasan terbesar dalam menjalankan tugas bukan hanya ketika berhasil memberikan layanan keuangan. Ia merasa bangga ketika melihat nasabah mampu mengembangkan usaha setelah memperoleh akses permodalan.
Ia menceritakan pengalaman melihat nasabah yang awalnya hanya memiliki satu atau dua ekor ternak, kemudian jumlah ternaknya meningkat secara signifikan setelah memperoleh pembiayaan untuk mengembangkan usaha.
“Tentunya saya merasa bangga. Kalau awalnya melihat nasabah yang mungkin baru punya ternak 1-2, lalu setahun kemudian ketemu saya lagi dan ternaknya sudah jadi 100 setelah mendapatkan pinjaman modal dari BRI, saya merasa ikut senang karena bisa membantu mereka. Meskipun itu bukan uang saya, tapi ada rasa bahagia tersendiri bisa membantu menggerakkan perekonomian masyarakat. Itu yang bikin saya bangga,” tutupnya.
Kisah tersebut menunjukkan bahwa akses pembiayaan dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan usaha masyarakat ketika nasabah menggunakannya secara produktif.
Mantri BRI Jadi Pendamping Usaha Masyarakat
Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan Mantri BRI memiliki peran penting dalam memahami karakter usaha, potensi wilayah, serta kebutuhan finansial masyarakat.
Menurutnya, Mantri BRI tidak sekadar menyalurkan pembiayaan. Mereka juga menjalankan peran sebagai financial advisor yang mendampingi nasabah sejak tahap awal usaha hingga berkembang.
“BRI selalu menanamkan nilai-nilai budaya kerja yang positif bagi seluruh pekerja sehingga tercipta komitmen dan dedikasi yang ditunjukkan para mantri di lapangan. Ini merupakan bukti nyata kontribusi perempuan dalam mendorong ekonomi kerakyatan. Kisah Elce juga menegaskan bahwa perempuan tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat,” tegas Dhanny.
Kisah Elce Putri Bontong memperlihatkan bahwa perempuan mampu mengambil peran penting dalam memperluas akses keuangan hingga wilayah terpencil. Dengan menembus medan 3T dan mendatangi masyarakat secara langsung, Elce tidak hanya menjalankan tugas sebagai Mantri BRI, tetapi juga ikut mendampingi pelaku usaha kecil agar terus berkembang. Dedikasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi kerakyatan di berbagai pelosok Indonesia.






