BRI Perkuat Ekosistem QRIS, Transaksi Digital Tembus Rp30,5 Triliun pada 2026

Faktaindonesianews.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mempercepat transformasi digital untuk memperkuat penciptaan nilai (value creation) bersama Danantara. Hingga Triwulan I-2026, strategi tersebut mendorong pertumbuhan bisnis merchant dan QRIS BRI sekaligus memperkuat basis dana murah berbasis transaksi.

Kinerja tersebut terlihat dari jumlah merchant BRI yang mencapai 323,7 ribu. Volume transaksi merchant juga tumbuh 26,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp67,9 triliun.

Bacaan Lainnya

Pada periode yang sama, transaksi QRIS BRI mencatat pertumbuhan lebih tinggi. Volume transaksi QRIS melonjak 76 persen yoy menjadi Rp30,5 triliun, sedangkan jumlah transaksi meningkat 86,7 persen yoy hingga lebih dari 253 miliar transaksi.

BRI Perluas Ekosistem Merchant dan QRIS

Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto mengatakan penguatan ekosistem merchant dan QRIS membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis.

Menurut Aquarius, peningkatan transaksi digital juga membantu BRI memperluas ekosistem pembayaran sekaligus menghimpun dana murah berbasis transaksi. Strategi tersebut sejalan dengan komitmen BRI sebagai bagian dari Danantara dalam menciptakan layanan keuangan yang semakin efisien dan terintegrasi.

“Seiring dengan meningkatnya transaksi digital, BRI terus menghadirkan solusi pembayaran yang aman, mudah, dan andal bagi masyarakat. Hingga saat ini, 98,9% transaksi BRI telah dilakukan melalui e-channel,” ujar Aquarius, Senin (27/7/2026).

Ia mengatakan BRI juga terus memperkuat literasi keuangan digital, terutama terkait penggunaan QRIS. Langkah tersebut bertujuan memperluas adopsi pembayaran non-tunai sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Transaksi Digital Jadi Penopang Funding BRI

BRI mengembangkan sistem pembayaran terintegrasi melalui akselerasi BRIvolution Reignite. Strategi ini mendorong perusahaan memperkuat funding franchise dengan mengoptimalkan berbagai kanal digital.

BRI menjalankan strategi tersebut melalui peningkatan akuisisi dan pengelolaan transaksi nasabah, penguatan kerja sama dengan merchant, serta pengembangan ekosistem pembayaran untuk berbagai segmen usaha.

Pertumbuhan transaksi digital juga memberikan kontribusi terhadap penguatan struktur pendanaan BRI. Hingga Triwulan I-2026, total aset BRI mencapai Rp2.250 triliun, atau tumbuh 7,2 persen yoy.

DPK BRI Tumbuh 9,4 Persen

Dari sisi pendanaan, BRI mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang cukup kuat. Hingga Maret 2026, BRI menghimpun DPK sebesar Rp1.555,1 triliun, tumbuh 9,4 persen yoy.

Dana murah atau CASA konsolidasian menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan tersebut. Nilainya mencapai Rp1.058,6 triliun, atau setara 68,07 persen dari total DPK.

Rasio CASA tersebut juga meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di level 65,77 persen. Kenaikan ini menunjukkan semakin kuatnya kontribusi transaksi digital terhadap struktur pendanaan BRI.

Penguatan ekosistem merchant dan QRIS menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Semakin banyak transaksi yang berlangsung melalui kanal digital, semakin besar pula peluang BRI memperluas hubungan dengan nasabah dan pelaku usaha.

BRI Dorong Inklusi Keuangan Digital

Selain mengejar pertumbuhan bisnis, BRI juga memanfaatkan pengembangan QRIS dan ekosistem merchant untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

Digitalisasi pembayaran memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam menerima transaksi tanpa uang tunai. Di sisi lain, masyarakat memperoleh alternatif pembayaran yang lebih praktis melalui kanal digital.

Dengan jumlah merchant yang terus bertambah, pertumbuhan volume transaksi QRIS, serta dominasi transaksi melalui e-channel, BRI terus memperkuat fondasi transformasi digitalnya.

Pos terkait