BANDUNG, Faktaindonesianews.com – Pemerintah Kota Bandung terus mencari cara untuk memperkuat sektor manufaktur dan industri kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi sekaligus pembuka lapangan kerja baru. Salah satu sektor yang mendapat perhatian adalah industri alas kaki yang dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang hingga pasar internasional.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan hal tersebut saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia Dyah Roro Esti Widya Putri ke industri sepatu lokal Fortuna Shoes di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (14/9/2026).
Farhan menilai perkembangan industri lokal seperti Fortuna Shoes dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian Bandung apabila mendapat dukungan yang tepat, terutama dalam memperluas pasar dan memperkuat identitas produk.
Pertumbuhan Manufaktur Bandung Jadi Perhatian
Farhan mengungkapkan, pertumbuhan sektor manufaktur di Kota Bandung masih menjadi pekerjaan yang perlu mendapat perhatian serius. Ia menyebut pertumbuhan manufaktur dalam satu tahun terakhir berada di angka 0,22 persen.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata karena perkembangan manufaktur memiliki hubungan erat dengan penyerapan tenaga kerja dan masuknya investasi.
“Dalam setahun terakhir kita hanya tumbuh 0,22 persen. Ini bermasalah karena pertumbuhan manufacturing akan sangat berpengaruh terhadap penyediaan lapangan pekerjaan dan juga pengembangan investasi,” ujar Farhan.
Karena itu, Pemkot Bandung ingin mendorong industri yang memiliki kemampuan menghasilkan nilai tambah sekaligus menyerap banyak tenaga kerja.
Sektor industri sepatu dan modest fashion kemudian menjadi dua bidang yang dinilai memiliki prospek kuat untuk dikembangkan dalam ekosistem ekonomi kreatif Bandung.
“Sepatu dan baju muslim atau modest fashion sedang kita dorong sebagai dua komoditas andalan ekonomi kreatif di Kota Bandung,” katanya.
SKA Dinilai Penting untuk Produk Ekspor Bandung
Salah satu langkah yang tengah diperhatikan Pemkot Bandung adalah memastikan produk lokal yang masuk pasar ekspor memiliki Surat Keterangan Asal (SKA).
Dokumen tersebut dinilai bukan hanya berkaitan dengan kebutuhan administrasi perdagangan internasional. Bagi Farhan, SKA juga dapat memperkuat identitas daerah asal suatu produk.
Ia memberikan contoh produk sepatu Fortuna Shoes. Dengan adanya keterangan asal, produk yang dipasarkan ke berbagai negara dapat sekaligus membawa identitas Kota Bandung.
“Dengan adanya surat keterangan asal, maka jualan di mana pun sepatu buatan Fortuna ini orang semua tahu bahwa dia berasal dari Kota Bandung. Itu menjadi sangat penting,” ujar Farhan.
Menurutnya, identitas daerah dapat menjadi kekuatan tersendiri ketika produk lokal bersaing di pasar global.
Pemkot Bandung juga melihat peluang untuk melangkah lebih jauh setelah penerapan SKA. Produk manufaktur yang telah memiliki identitas kuat diharapkan dapat memperoleh perlindungan dan nilai tambah yang lebih tinggi.
“Produk-produk manufacturing apabila berkembang dan sudah diberi label, maka akan bisa terproteksi dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Itu yang mungkin akan kita perjuangkan berikutnya setelah SKA,” tuturnya.
Fortuna Shoes Tembus Pasar Jepang hingga Eropa
Dalam kunjungan tersebut, Wamendag Dyah Roro Esti Widya Putri melihat secara langsung aktivitas produksi Fortuna Shoes. Proses pembuatan sepatu diperiksa mulai dari tahapan awal hingga produk siap dipasarkan.
Wamendag mengapresiasi kualitas produk yang dihasilkan industri sepatu lokal tersebut. Menurutnya, produk Fortuna Shoes telah memiliki kemampuan untuk bersaing dengan produk dari negara lain.
“Kami sangat bangga karena kualitas sepatunya juga sangat bagus dan berdaya saing di pasar internasional,” ujar Dyah Roro.
Fortuna Shoes diketahui telah melakukan ekspor ke sejumlah pasar luar negeri. Produk sepatu tersebut antara lain telah menjangkau Jepang, Inggris dan sejumlah negara Eropa.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa industri manufaktur lokal memiliki peluang untuk berkembang apabila mampu menjaga kualitas sekaligus memperluas jaringan pasar.
Trade Expo Indonesia Jadi Peluang Ekspansi
Kementerian Perdagangan juga mendorong Fortuna Shoes memanfaatkan ajang Trade Expo Indonesia (TEI) sebagai sarana memperkenalkan produk kepada calon pembeli dari berbagai negara.
Pameran tersebut diharapkan dapat mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan buyer internasional sehingga peluang ekspor dapat semakin terbuka.
Wamendag berharap Fortuna Shoes dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas pasar ke negara yang selama ini belum menjadi tujuan ekspor.
“Harapannya dengan keterlibatan Fortuna Shoes ini di dalam pameran tersebut nanti bisa mendapatkan kesempatan untuk ekspansi pasar ke negara-negara lainnya,” katanya.
Selain melalui pameran, Kementerian Perdagangan memiliki jaringan perwakilan perdagangan di 33 negara. Jaringan tersebut dapat dimanfaatkan pelaku usaha Indonesia untuk mendapatkan informasi pasar sekaligus mencari calon buyer potensial.
Pemerintah juga menyediakan fasilitasi business pitching dan business matching secara daring. Dengan mekanisme tersebut, pelaku usaha tidak harus selalu melakukan perjalanan ke negara tujuan untuk memulai komunikasi bisnis.
“Kami memberikan tugas khusus untuk mencarikan buyer dan pasar luar negeri. Business pitching dan business matching ini bisa dilakukan secara online,” ujar Dyah Roro.






