Bandung, Faktaindonesianews.com – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pekerjaan penggalian kabel untuk menurunkan jaringan udara ke bawah tanah tetap diperlukan sebagai bagian dari penataan infrastruktur kota. Namun, ia mengakui pelaksanaan di lapangan masih menyisakan persoalan serius terkait kerapihan dan keamanan.
“Galian tetap diperlukan karena menurunkan kabel udara itu harus gali tanah. Cuma memang saya harus akui pengerjaannya masih tidak rapih, meninggalkan pekerjaan yang mengganggu mata bahkan bisa menimbulkan risiko kecelakaan,” ujar Farhan, Senin (9/2/2026).
Langkah penurunan kabel udara ini menjadi bagian dari upaya memperindah wajah kota sekaligus meningkatkan keselamatan dan ketertiban jaringan utilitas. Kabel udara yang semrawut selama ini dinilai mengganggu estetika dan berpotensi membahayakan, terutama saat cuaca ekstrem. Namun, Farhan menekankan bahwa kualitas pengerjaan tidak boleh diabaikan demi mengejar target proyek.
Profesionalisme Jadi Sorotan
Farhan menginstruksikan jajarannya untuk memastikan bekas galian dirapikan dan dikembalikan seperti kondisi semula. Ia tidak ingin proyek infrastruktur justru memunculkan masalah baru di tengah masyarakat.
“Kita akan pastikan pekerjaan galiannya itu rapih dan aman,” tegasnya.
Ia memahami proses teknis penurunan kabel memang membutuhkan penggalian. Namun, menurutnya, profesionalisme dan standar keselamatan kerja harus menjadi prioritas.
“Tunjukkan bahwa penanganan galian tersebut ditangani dengan profesional, tidak asal-asalan,” kata Farhan.
Keluhan warga terkait galian yang dibiarkan terbuka, permukaan jalan tidak rata, hingga potensi kecelakaan menjadi perhatian serius Pemkot Bandung. Pemerintah berkomitmen melakukan pengawasan ketat di lapangan agar kontraktor bekerja sesuai standar.
Infrastruktur Lain Ikut Disorot
Tak hanya soal kabel bawah tanah, Farhan juga menyoroti kondisi infrastruktur lain yang membutuhkan penanganan cepat. Ia meminta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) segera menindaklanjuti laporan masyarakat terkait jalan berlubang, trotoar rusak, dan drainase bermasalah.
“Kepada DSDABM, perbaikan jalan berlubang, trotoar rusak serta drainase harus betul-betul diperhatikan. Laporan yang saya terima dari daerah Cibaduyut,” ungkapnya.
Menurut Farhan, penataan kota bukan sekadar mempercantik tampilan visual, tetapi juga memastikan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan warga. Infrastruktur yang rapi dan terawat menjadi indikator tata kelola kota yang baik.
Komitmen Tata Kota Lebih Tertib
Penurunan kabel udara ke bawah tanah merupakan langkah jangka panjang untuk menciptakan Bandung yang lebih tertib dan modern. Namun, Farhan mengingatkan seluruh perangkat daerah agar bekerja cepat, responsif, dan bertanggung jawab terhadap setiap keluhan masyarakat.
Dengan pengawasan yang diperketat dan komitmen profesionalisme, Pemkot Bandung berharap proyek penataan infrastruktur tidak hanya memperindah kota, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang aman dan nyaman bagi seluruh warga.






