Bandung, Faktaindonesianews.com – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat memberi perhatian khusus terhadap Jalur Pantai Selatan (Pansela) menjelang musim mudik dan libur Lebaran 2026. Jalur ini dinilai memiliki peran strategis sebagai jalur alternatif mudik sekaligus akses utama menuju destinasi wisata unggulan seperti Pangandaran dan pesisir Garut.
Dirlantas Polda Jabar, Kombes Pol Raydian Kokrosono, menegaskan potensi lonjakan kendaraan di jalur Pansela sangat tinggi. Selain pemudik, wisatawan juga diprediksi memadati kawasan tersebut selama libur panjang.
“Sejak dulu jalur Pansela memang minim penerangan. Ini membuat pengemudi sering merasa enggan melintas. Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar penerangan dimaksimalkan sebelum puncak arus mudik dan wisata,” ujar Raydian di Bandung, Rabu (11/2/2026).
Minim Penerangan Jadi Tantangan Utama
Dalam peninjauan bersama Kapolda Jawa Barat, polisi mengidentifikasi sejumlah tantangan infrastruktur. Salah satu yang paling krusial adalah minimnya lampu penerangan jalan di sepanjang jalur Pansela.
Kondisi gelap pada malam hari dinilai meningkatkan risiko kecelakaan sekaligus membuat pengendara ragu memanfaatkan jalur tersebut. Padahal, Pansela diharapkan mampu mengurai kepadatan di jalur utara dan tengah Jawa Barat saat arus mudik.
Dengan pembenahan penerangan, polisi ingin mendorong masyarakat agar lebih percaya diri menggunakan jalur selatan sebagai opsi perjalanan. Distribusi arus kendaraan yang merata akan membantu menekan potensi kemacetan parah di titik-titik rawan.
Pengamanan Tak Hanya Lalu Lintas
Kapolda Jawa Barat juga menginstruksikan seluruh jajaran, mulai Polres hingga Polsek, untuk bersinergi dengan instansi terkait. Fokus pengamanan tidak hanya pada kelancaran arus kendaraan, tetapi juga mencakup pemetaan potensi bahaya atau hazard di lokasi wisata.
“Pengamanan ini mencakup pengaturan arus kendaraan, ketersediaan kantong parkir, hingga antisipasi potensi bahaya di lokasi wisata,” jelas Raydian.
Personel kepolisian akan ditempatkan di titik-titik strategis, terutama di kawasan wisata dan persimpangan rawan macet. Langkah ini bertujuan menciptakan rasa aman bagi masyarakat yang memanfaatkan momen Lebaran untuk mudik sekaligus berlibur.
Ekosistem Perjalanan yang Terintegrasi
Polda Jabar menargetkan terciptanya ekosistem perjalanan yang terintegrasi, aman, dan nyaman. Infrastruktur yang lebih baik, dukungan penerangan memadai, serta kehadiran aparat di lapangan diharapkan membuat jalur Pansela semakin diminati.
“Tujuan akhirnya agar perjalanan masyarakat lancar dan masyarakat yang berwisata juga merasa aman dan nyaman,” pungkas Raydian.
Dengan pembenahan infrastruktur dan pengamanan menyeluruh, Jalur Pansela berpotensi menjadi pilihan favorit saat mudik Lebaran 2026, sekaligus mendukung geliat pariwisata Jawa Barat tanpa mengorbankan faktor keselamatan.






