Hari Kelima Pencarian, Tim SAR Temukan 38 Korban KMP Tunu Pratama Jaya

Hari Kelima Pencarian, Tim SAR Temukan 38 Korban KMP Tunu Pratama Jaya

Jakarta, Faktaindonesianews.com – Tim SAR gabungan terus melanjutkan upaya pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, yang kini memasuki hari kelima, Senin (7/7/2025). Hingga Minggu (6/7), total 38 korban telah ditemukan, dengan rincian 8 orang meninggal dunia, 30 selamat, dan 27 lainnya masih dinyatakan hilang.

Sejak Sabtu (5/7), tim SAR telah berhasil mendeteksi objek di bawah laut yang diduga kuat sebagai bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya di kedalaman 40-50 meter perairan Selat Bali. Namun cuaca buruk menjadi kendala utama dalam proses evakuasi.

Bacaan Lainnya

“Kendala yang kami hadapi mulai dari arus hingga gelombang tinggi, membuat proses observasi yang seharusnya 3 jam menjadi 6 jam lebih. Itu pun harus kami ulang karena kondisi cuaca,” ujar Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada II, Laksamana Pertama TNI Endra Hartono, di lokasi pencarian.

Dua jenazah ditemukan pada Minggu. Korban pertama ditemukan mengambang dalam posisi tengkurap sejauh 6 mil dari titik terakhir kapal, oleh KRI Fanildo sekitar pukul 10.41 WIB. Korban kedua ditemukan di Perairan Tapak Guwo pukul 16.00 WIB oleh tim SAR darat bersama nelayan setempat.

Namun pencarian korban kini dihadapkan pada kerancuan data manifes penumpang. Sejumlah korban yang ditemukan ternyata tidak tercantum dalam daftar resmi kapal.

Salah satunya, Daniar (21), warga Banyuwangi yang dikabarkan hilang oleh ibunya, Erna. “Anak saya naik kapal pakai jasa travel. Tapi pas saya cek ke Posko, namanya nggak ada di daftar manifes,” ujar Erna yang sejak Kamis (3/7) pagi mencari keberadaan putranya di Pelabuhan Ketapang.

Kondisi serupa dialami Yatini, istri dari Fauzi Bin Awam, warga negara Malaysia yang juga diduga menjadi korban. Nama suaminya tidak tercatat dalam manifes meski ia berangkat dengan jasa travel dari Genteng menuju Bali.

Sementara itu, nama Abu Khoir muncul dalam daftar korban selamat, tapi tidak ada dalam manifes. Bahkan Fitri April (33) yang terkonfirmasi meninggal dunia juga tidak tercatat dalam data penumpang resmi.

Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi mengaku pihaknya akan mengevaluasi keabsahan data tersebut. “Kami akan melakukan konfirmasi ulang apakah ada penumpang yang tidak tercatat atau tidak melapor setelah selamat,” kata Dudy saat konferensi pers di Pelabuhan Ketapang, Kamis (3/7).

Sebagai bentuk kepedulian, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turun langsung menemui keluarga korban di Pelabuhan Ketapang pada Minggu (6/7). Ia juga menyerahkan santunan dan mengunjungi Posko Terpadu untuk menyampaikan dukungan.

Salah satu keluarga korban, Tanti (60), menyampaikan harapannya setelah kehilangan keponakan, Gumelar Tidar Tanaka (26). “Saya cuma ingin keponakan saya ditemukan, apapun keadaannya,” ujarnya lirih.

Pos terkait