Harkopnas ke-78 Kota Bandung: Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Kerakyatan di Era Digital

Harkopnas ke-78 Kota Bandung: Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Kerakyatan di Era Digital

Bandung, Faktaindonesianews.com – Kota Bandung kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat gerakan koperasi sebagai salah satu pilar utama ekonomi kerakyatan. Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, dalam peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78 tingkat Kota Bandung yang digelar di Balai Sartika Convention Hall, Selasa (7/10/2025).

Mengusung tema “Koperasi Maju, Indonesia Adil Makmur”, peringatan tahun ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali peran koperasi di tengah perubahan ekonomi global.

Bacaan Lainnya

“Di tengah gempuran ekonomi digital, koperasi harus mampu bertransformasi agar tidak hanya bertahan, tapi juga menjadi pemain utama dalam ekosistem ekonomi lokal maupun internasional,” ujar Erwin dalam sambutannya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Bandung (Pemkot) siap menjadi mitra strategis koperasi dengan berperan sebagai fasilitator dan akselerator. Upaya ini sejalan dengan visi “Bandung Utama”  sebuah kota yang berdaya saing, mandiri, dan berkelanjutan.

“Koperasi adalah gerakan sosial yang menghidupkan nilai kebersamaan. Di dalamnya ada gotong royong, solidaritas, dan semangat untuk tumbuh bersama,” tambah Erwin.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM) Kota Bandung, Budi Rukmana, menjelaskan bahwa koperasi menjadi indikator nyata keberhasilan ekonomi rakyat.

Berdasarkan data terbaru, Kota Bandung memiliki 862 koperasi aktif dengan total 19.262 anggota, ditambah 151 Koperasi Merah Putih yang menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan di berbagai sektor.

Peringatan Harkopnas kali ini juga diramaikan dengan berbagai kegiatan, mulai dari penandatanganan kerja sama koperasi simpan pinjam dan Koperasi Merah Putih, bazar UMKM dan produk binaan, hingga pemberian penghargaan bagi koperasi berprestasi 2025.

Acara ini sekaligus menjadi ruang sinergi antara pelaku koperasi, pemerintah, dan masyarakat dalam memperkuat ekosistem ekonomi lokal yang inklusif.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, menekankan pentingnya kebijakan publik yang berpihak pada penguatan koperasi dan UMKM. “Koperasi tidak hanya harus bertahan, tapi juga adaptif terhadap era digital dan ekonomi kreatif.

Perjalanan 78 tahun koperasi Indonesia harus menjadi momentum untuk meningkatkan literasi dan digitalisasi koperasi,” ucapnya.

Sejumlah penghargaan diberikan kepada koperasi berprestasi di berbagai kategori, seperti Koperasi Guru, Koperasi Pensiunan, hingga Klasifikasi Usaha Koperasi (KUK) tingkat 1 hingga 4.

Di antaranya KPRI Amanah, KSPP Wahdatul Ummat Bandung, dan Koperasi Pegawai Pemerintah Kota Bandung berhasil meraih apresiasi atas kontribusi dan inovasi mereka dalam pengelolaan koperasi yang berdaya saing.

Pos terkait