Hillary Clinton Tuduh Trump Alihkan Isu Kasus Jeffrey Epstein, Minta Berkas Dibuka Penuh

Hillary Clinton Tuduh Trump Alihkan Isu Kasus Jeffrey Epstein, Minta Berkas Dibuka Penuh

Faktaindonesianews.com – Mantan Menteri Luar Negeri sekaligus eks Ibu Negara Amerika Serikat, Hillary Clinton, menuding Presiden AS Donald Trump menjadikan dirinya dan suaminya, Bill Clinton, sebagai pengalih isu dalam polemik kasus Jeffrey Epstein.

Dalam pernyataannya kepada BBC yang dipublikasikan Senin (16/2) di Berlin, Hillary menilai langkah politikus Partai Republik yang kembali menyoroti keluarga Clinton merupakan upaya menggeser perhatian publik dari Trump, yang namanya juga tercantum berulang kali dalam berkas Epstein.

Bacaan Lainnya

“Lihat ‘objek berkilau’ ini. Mereka kemudian memanggil keluarga Clinton. Bahkan saya, yang sama sekali belum pernah bertemu pria itu,” ujar Hillary, seperti dikutip Agence France-Presse.

Tuduhan “Penutupan Fakta”

Hillary juga menuding adanya upaya “penutupan fakta” terkait dokumen kasus Epstein. Ia mendesak agar seluruh berkas dibuka secara transparan ke publik.

“Keluarkan berkas-berkasnya. Mereka sengaja memperlambat prosesnya,” kata Hillary.

Bulan lalu, United States Department of Justice merilis kumpulan terbaru “berkas Epstein” yang mencakup lebih dari 3 juta dokumen, foto, dan video terkait penyelidikan terhadap Epstein, yang dinyatakan meninggal dunia akibat bunuh diri dalam tahanan pada 2019.

Nama Bill Clinton memang beberapa kali disebut dalam dokumen tersebut. Namun hingga kini, tidak ada bukti yang menunjukkan keterlibatan kriminal pasangan Clinton dalam kejahatan Epstein.

Dipanggil Komite Kongres

Pasangan Clinton dijadwalkan memberikan kesaksian tertutup di hadapan United States House Committee on Oversight and Accountability yang tengah menyelidiki relasi Epstein dengan sejumlah tokoh berpengaruh serta penanganan informasi kasus tersebut oleh pemerintah.

Hillary menyatakan siap hadir, tetapi ia lebih memilih proses dilakukan secara terbuka.

“Kami akan datang, tetapi kami pikir akan lebih baik jika dilakukan secara terbuka untuk publik. Saya hanya ingin ini adil dan semua orang diperlakukan dengan cara yang sama,” ujarnya.

Ia menegaskan tidak memiliki apa pun untuk disembunyikan dan telah berulang kali meminta agar seluruh dokumen dirilis sepenuhnya.

Trump Bantah Tuduhan

Di sisi lain, Trump membantah tuduhan Hillary dan menyatakan dirinya telah “benar-benar dibebaskan dari segala tuduhan.” Ia juga menekankan bahwa sekadar tercantumnya nama dalam dokumen bukanlah bukti terjadinya tindak pidana.

Bill Clinton sebelumnya mengakui pernah beberapa kali terbang menggunakan pesawat Epstein pada awal 2000-an untuk kegiatan kemanusiaan yayasannya. Namun, ia menegaskan tidak pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein.

Sementara itu, Hillary menyatakan tidak pernah berinteraksi secara berarti dengan Epstein, tidak pernah menggunakan pesawatnya, maupun mendatangi pulaunya.

Polemik ini kembali memanaskan dinamika politik Amerika Serikat menjelang agenda kesaksian yang dijadwalkan pada 26 Februari untuk Hillary dan 27 Februari untuk Bill Clinton. Isu transparansi berkas Epstein kini menjadi sorotan publik, sekaligus ajang saling tuding antara elite politik Negeri Paman Sam.

Pos terkait