Faktaindonesianews.com, Jakarta – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Iskandar, mengimbau umat Muslim di Indonesia untuk memperbanyak doa bagi keselamatan warga Gaza dan bangsa Palestina selama Ramadan. Seruan itu ia sampaikan menyusul agresi Israel yang terus berlangsung di wilayah tersebut.
Anwar menyampaikan imbauan tersebut dalam konferensi pers usai sidang isbat penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (17/2).
“Kepada seluruh imam-imam di seluruh Indonesia, kalau bisa kita kuatkan berdoa bagi keselamatan umat Islam dan bangsa Palestina,” ujar Anwar.
Ia secara khusus meminta agar imam masjid membacakan Qunut Nazilah dalam salat fardhu sebagai bentuk solidaritas spiritual untuk warga Gaza.
“Terutama masyarakat Palestina yang ada di Gaza, dengan apa yang disebut dengan Qunut Nazilah,” katanya.
Makna Qunut Nazilah
Qunut Nazilah merupakan doa yang dibaca saat iktidal pada rakaat terakhir dalam salat wajib. Umat Islam biasanya melafalkan doa ini ketika menghadapi musibah besar, bencana, peperangan, atau penindasan terhadap kaum Muslim.
Melalui doa tersebut, umat memohon keselamatan, perlindungan, dan pertolongan dari Allah SWT atas kondisi yang menimpa saudara seiman.
Anwar menegaskan, momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat doa bersama, terlebih dalam suasana ibadah yang diyakini penuh keberkahan dan kemustajaban.
Seruan ke Ormas Islam
Selain kepada para imam masjid, Anwar juga mengajak para takmir masjid, dewan masjid, hingga organisasi kemasyarakatan Islam seperti Muhammadiyah, Al Irsyad, Al Wahdah, serta Nahdlatul Ulama untuk bersama-sama mendoakan kemerdekaan Palestina.
“Untuk menyerukan kepada seluruh imam di ruang yang bagus, yang mustajab ini untuk memohon kepada Allah kemerdekaan bagi warga Palestina,” ucapnya.
Indonesia sendiri selama ini konsisten mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina, baik melalui diplomasi bilateral maupun di berbagai forum internasional.
Situasi Gaza Kian Memprihatinkan
Agresi Israel di Jalur Gaza yang berlangsung sejak Oktober 2023 menimbulkan dampak kemanusiaan besar. Serangan yang menyasar berbagai wilayah padat penduduk menyebabkan puluhan ribu korban jiwa serta jutaan warga kehilangan tempat tinggal.
Data terakhir menunjukkan lebih dari 72.000 warga Palestina dilaporkan tewas, sementara jutaan lainnya hidup dalam kondisi pengungsian dan krisis kemanusiaan berkepanjangan.
Seruan MUI ini menjadi bentuk dukungan moral dan spiritual dari umat Islam Indonesia. Ramadan diharapkan tidak hanya menjadi momentum peningkatan ibadah personal, tetapi juga solidaritas global untuk saudara-saudara di Palestina.






