Honda Luncurkan Motor Listrik UC3 di Vietnam dan Thailand, Bidik Transisi dari Motor Bensin

Honda Luncurkan Motor Listrik UC3 di Vietnam dan Thailand, Bidik Transisi dari Motor Bensin

Faktaindonesianews.com – Honda resmi meluncurkan motor listrik terbaru bernama UC3 di Vietnam dan Thailand. Langkah ini menjadi strategi penting pabrikan asal Jepang tersebut untuk menangkap momentum kebijakan pemerintah Vietnam yang tengah membatasi penggunaan motor berbahan bakar bensin dan mendorong percepatan peralihan ke kendaraan listrik demi perbaikan kualitas udara.

UC3 hadir dengan desain skuter modern yang menyasar pasar Asia Tenggara, kawasan dengan tingkat penggunaan sepeda motor yang sangat tinggi. Honda mengklaim performa UC3 setara dengan motor bensin 110 cc, segmen yang selama ini menjadi tulang punggung penjualan motor di Asia. Dalam sekali pengisian daya penuh, motor listrik ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 122 kilometer, jarak yang dinilai cukup untuk kebutuhan mobilitas harian perkotaan.

Bacaan Lainnya

Berbeda dari model motor listrik Honda sebelumnya yang mengandalkan sistem tukar baterai, UC3 justru menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) permanen. Jenis baterai ini dipilih karena dinilai memiliki biaya produksi lebih rendah, usia pakai yang stabil, serta risiko kebakaran yang lebih kecil dibandingkan baterai lithium konvensional. Pilihan ini menunjukkan perubahan strategi Honda dalam menghadirkan motor listrik yang lebih praktis dan mudah diterima konsumen.

Dari sisi pengisian daya, Honda membekali UC3 dengan dua opsi charger, yakni 1.200 watt dan 450 watt, yang mengusung standar internasional CHAdeMO, standar pengisian daya yang banyak digunakan di Jepang. Dengan charger 1.200 watt, baterai dapat terisi dari 20 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar dua jam. Sementara itu, pengisian menggunakan daya 450 watt membutuhkan waktu sekitar lima jam.

Produksi UC3 telah dimulai sejak Desember lalu di pabrik Honda Thailand, sebelum nantinya diperluas ke fasilitas produksi Honda di Vietnam pada tahun ini. Meski demikian, hingga saat ini Honda belum mengumumkan harga resmi UC3, sehingga pasar masih menunggu posisi harga motor listrik ini di tengah persaingan kendaraan ramah lingkungan di Asia Tenggara.

Tidak hanya fokus pada produk, Honda juga menyiapkan infrastruktur pendukung untuk mempercepat adopsi motor listrik. Perusahaan berencana memasang stasiun pengisian daya di jaringan dealer Honda, termasuk di kawasan Bangkok serta kota-kota besar Vietnam seperti Hanoi, Ho Chi Minh City, dan Da Nang. Honda menargetkan fasilitas pengisian daya ini mulai beroperasi pada Juni tahun ini.

Percepatan elektrifikasi Honda tidak lepas dari kebijakan pemerintah Vietnam yang berencana membatasi kendaraan roda dua berbahan bakar bensin di sejumlah wilayah pusat Hanoi mulai Juli mendatang. Kebijakan ini ditempuh pemerintah setempat sebagai upaya serius untuk menekan polusi udara yang semakin memburuk akibat tingginya volume kendaraan bermotor.

Data penjualan menunjukkan betapa pentingnya pasar Vietnam bagi Honda. Sepanjang 2024, penjualan kendaraan roda dua di Vietnam mencapai 2,65 juta unit, dengan sekitar 80 persen di antaranya bermerek Honda. Mayoritas kendaraan tersebut masih menggunakan mesin bensin, kondisi yang membuat Honda dinilai cukup rentan terhadap pembatasan kebijakan pemerintah.

Pada November 2025, Wakil Presiden Eksekutif Honda Noriya Kaihara sempat mengakui bahwa rencana pembatasan kendaraan bensin berpotensi memunculkan dampak beragam. Salah satunya adalah kecenderungan konsumen menunda pembelian kendaraan sambil menunggu kepastian regulasi dan pilihan motor listrik yang lebih terjangkau.

Pos terkait