Jelang Idulfitri 1447 H, Pemkot Bandung Siaga Penuh Antisipasi Gangguan Keamanan

Jelang Idulfitri 1447 H, Pemkot Bandung Siaga Penuh Antisipasi Gangguan Keamanan

Faktaindonesianews.com, Bandung – Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Bandung meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi potensi gangguan ketertiban dan keamanan masyarakat. Langkah ini ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan yang dipimpin langsung Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, di Plaza Balai Kota, Selasa (17/3).

Farhan menegaskan, tingginya mobilitas masyarakat di Bandung menjadi faktor utama yang perlu diantisipasi. Setiap bulan, sekitar satu juta orang tercatat keluar masuk kota ini, baik untuk tujuan wisata maupun aktivitas ekonomi.

Bacaan Lainnya

“Bandung adalah kota terbuka dengan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi. Kondisi ini tentu meningkatkan potensi risiko keamanan, terutama menjelang dan setelah Idulfitri,” ujar Farhan.

Aktivitas Meningkat, Pengamanan Diperketat

Ia menjelaskan, lonjakan aktivitas masyarakat biasanya terjadi di berbagai titik strategis, seperti jalur mudik, pusat perbelanjaan, kawasan ekonomi, tempat ibadah, hingga ruang publik. Situasi tersebut menuntut kesiapan maksimal dari seluruh unsur pengamanan.

Untuk itu, Pemkot Bandung menginstruksikan para camat dan lurah agar aktif memantau wilayah masing-masing. Mereka juga diminta memperkuat koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) serta mendukung langkah aparat keamanan di lapangan.

Warga Diminta Aktif Hidupkan Siskamling

Selain penguatan dari sisi pemerintah, Farhan juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Ia mengajak warga kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) secara bergilir di tingkat RT dan RW.

“Keamanan kota tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Perlu partisipasi aktif warga melalui siskamling, peran Linmas, dan dukungan tokoh masyarakat,” katanya.

Antisipasi Kerumunan dan Aksi Remaja

Pemkot Bandung juga mewaspadai potensi gangguan yang kerap muncul saat momentum Lebaran, seperti kerumunan remaja dan pawai sepeda motor di jalanan.

Farhan menyebut, penanganan akan dilakukan melalui dua pendekatan. Pertama, langkah preventif dengan pembubaran secara persuasif. Namun, jika terjadi pelanggaran atau perlawanan, aparat akan mengambil tindakan tegas secara terukur.

Ia juga menyoroti fenomena kenakalan remaja yang mulai mengarah pada aktivitas kelompok yang berpotensi membahayakan.

“Saya melihat kelompok remaja dengan motor berknalpot bising, berpakaian serba hitam, dan membawa simbol tertentu. Ini harus diantisipasi agar tidak berkembang menjadi tindakan berbahaya,” ungkapnya.

Harapan Suasana Lebaran Tetap Kondusif

Menutup pernyataannya, Farhan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan selama Ramadan hingga Idulfitri.

Ia berharap momentum Lebaran bisa menjadi ajang mempererat persaudaraan sekaligus menciptakan suasana yang aman dan nyaman di Kota Bandung.

“Pemkot Bandung bersama TNI dan Polri akan terus bersinergi. Kami ingin masyarakat merasakan keamanan dan kenyamanan selama Ramadan hingga Idulfitri,” pungkasnya.

Pos terkait