Kakorlantas Polri Soroti Risiko Mobil Listrik Usai Rentetan Kasus Kebakaran di Indonesia

Kakorlantas Polri Soroti Risiko Mobil Listrik Usai Rentetan Kasus Kebakaran di Indonesia

Faktaindonesianews.com – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho menyoroti meningkatnya perhatian publik terhadap kasus kebakaran mobil listrik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir di Indonesia. Menurut Agus, kehadiran kendaraan listrik memang membawa manfaat besar, namun juga menyimpan risiko keselamatan yang tidak bisa diabaikan.

Agus menegaskan bahwa kendaraan listrik memiliki dua sisi. Di satu sisi, teknologi ini dinilai positif karena mendukung pelestarian lingkungan dan mendorong kemajuan industri otomotif nasional. Namun di sisi lain, ia mengingatkan adanya potensi bahaya yang perlu diantisipasi secara serius.

Bacaan Lainnya

“Kalau dari kami sudah menyampaikan saran bagaimana menyikapi kebijakan kendaraan listrik ke depan. Kendaraan listrik ini memang ada hal positif dan negatif,” ujar Agus saat ditemui di Jakarta, Senin (19/1).

Ia menekankan bahwa Korlantas Polri bersikap terbuka terhadap perkembangan teknologi otomotif, termasuk tren elektrifikasi kendaraan yang terus berkembang di Tanah Air. Menurutnya, inovasi tetap perlu didukung, tetapi harus diiringi dengan penguatan aspek keselamatan.

“Kami terbuka untuk menyikapi perkembangan otomotif,” ucap Agus menegaskan.

Sebagai langkah konkret, Korlantas Polri telah berkolaborasi dengan Kementerian Perindustrian untuk meningkatkan pemahaman aparat kepolisian mengenai kendaraan listrik. Kerja sama ini difokuskan pada sosialisasi dan edukasi terkait karakteristik, sistem kerja, serta potensi risiko mobil listrik kepada seluruh anggota Polri di Indonesia.

Agus menilai pemahaman yang memadai di kalangan aparat sangat penting, terutama dalam penanganan kecelakaan, kebakaran, dan evakuasi kendaraan listrik, yang memiliki prosedur berbeda dibanding kendaraan berbahan bakar fosil.

Rentetan Kasus Mobil Listrik Terbakar di Indonesia

Sorotan Kakorlantas ini tidak terlepas dari munculnya sejumlah kasus mobil listrik terbakar yang terjadi di berbagai daerah. Beberapa insiden bahkan menimbulkan kekhawatiran serius di tengah masyarakat.

Salah satu kasus yang sempat menyita perhatian publik adalah mobil listrik BYD Seal yang tiba-tiba mengeluarkan asap saat diparkir di garasi sebuah rumah di Jakarta pada Mei 2025. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut memicu diskusi luas soal keamanan baterai kendaraan listrik.

Kasus lainnya terjadi pada Juli 2025 di Bandung, Jawa Barat, ketika sebuah Wuling Air EV mendadak terbakar. Mobil listrik berukuran ringkas itu hangus dan hanya menyisakan rangka kendaraan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Namun, insiden paling tragis terjadi pada Desember 2025 di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Sebuah mobil listrik yang terbakar di dalam rumah menyebabkan lima orang meninggal dunia. Dugaan sementara menyebutkan kebakaran dipicu oleh masalah pada sistem pengisian daya (charging).

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bahwa risiko kebakaran mobil listrik tidak bisa dianggap sepele, terutama jika instalasi pengisian daya tidak memenuhi standar keselamatan.

Pos terkait