Bandung, Faktaindonesianews.com – Rem tangan atau rem parkir memiliki peran penting dalam keselamatan berkendara. Fungsinya bukan hanya menahan mobil saat parkir, tetapi juga membantu pengemudi ketika menghadapi kondisi stop and go di tanjakan atau turunan. Sayangnya, masih banyak pengemudi yang belum memahami cara penggunaan rem tangan yang benar, sehingga berpotensi mempercepat kerusakan komponen.
Sebelum membahas cara pemakaian yang tepat, pengemudi perlu mengetahui bahwa rem tangan memiliki beberapa jenis, dengan karakteristik dan cara penggunaan yang berbeda.
1. Rem Tangan Model Stik
Jenis ini masih paling banyak digunakan, baik pada mobil manual maupun otomatis. Bentuknya berupa tuas stik dengan tombol di bagian atas, biasanya terletak di tengah antara kursi pengemudi dan penumpang depan.
Cara menggunakannya cukup dengan menarik tuas ke atas untuk mengaktifkan rem dan menekan tombol sambil menurunkan tuas untuk melepaskannya. Meski terlihat sederhana, penggunaan yang berlebihan justru bisa merusak kabel dan kampas rem.
2. Rem Tangan Model Tombol (Electric Parking Brake)
Rem tangan tombol hadir untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan. Pengemudi cukup menarik atau menekan tombol untuk mengaktifkan maupun merilis rem parkir.
Pada beberapa mobil modern, rem tangan jenis ini bahkan dapat terlepas otomatis saat transmisi dipindah ke posisi D dan pedal gas diinjak perlahan. Sistem ini dirancang agar lebih praktis dan minim kesalahan pengguna.
3. Rem Tangan Model Pedal
Jenis ini umumnya digunakan pada mobil bertransmisi otomatis. Letaknya sejajar dengan pedal gas dan rem. Cara mengaktifkannya cukup dengan menginjak pedal rem parkir secara penuh, dan untuk melepasnya biasanya diinjak kembali atau menggunakan tuas pelepas.
Setelah memahami jenis rem tangan, langkah berikutnya adalah mengetahui cara penggunaan yang benar agar rem tangan tetap awet dan berfungsi optimal.
Cara Menggunakan Rem Tangan yang Tepat
Pertama, khusus rem tangan model stik, pastikan saat menarik tuas terdengar bunyi klik sebanyak empat hingga tujuh kali. Jika lebih dari itu, kemungkinan setelan rem sudah tidak ideal dan sebaiknya segera diperiksa di bengkel.
Kedua, hindari kebiasaan menggunakan rem tangan saat berhenti sementara, seperti di lampu merah. Sebaiknya gunakan posisi transmisi netral (N) agar kampas rem tangan tidak cepat aus.
Ketiga, jangan menarik atau menginjak rem tangan secara berlebihan. Pada rem tangan stik, sudut tarikan sekitar 45 derajat sudah cukup untuk mengunci roda.
Keempat, saat berada di tanjakan, pastikan rem tangan sudah dilepas sepenuhnya sebelum menginjak gas. Mengemudi dengan rem tangan masih aktif dapat menyebabkan kabel rem cepat putus.
Kelima, jika mobil diparkir dalam waktu lama, sebaiknya hindari penggunaan rem tangan. Untuk mobil manual, gunakan pengganjal roda. Sementara mobil otomatis cukup memposisikan transmisi di mode P (Park).
Sebagai kesimpulan, penggunaan rem tangan yang benar tidak hanya menjaga keselamatan, tetapi juga memperpanjang usia komponen rem itu sendiri. Dengan memahami jenis rem tangan dan menerapkan cara pakai yang tepat, pengemudi dapat menghindari kerusakan dini sekaligus menjaga performa kendaraan tetap optimal, sebagaimana disarankan oleh Daihatsu Indonesia.






