Berawal dari Keresahan, Rabundo Sukses Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan Rumah BUMN BRI

Faktaindonesianews.com – Sebuah keresahan sederhana justru menjadi awal lahirnya Rabundo, usaha bumbu instan masakan Padang asal Kabupaten Lampung Selatan yang kini berhasil menembus pasar nasional. Berbekal tekad menghadirkan kembali cita rasa rendang autentik Indonesia, pelaku UMKM ini berkembang pesat melalui inovasi produk, pemanfaatan layanan digital, serta pendampingan dari Rumah BUMN BRI.

Didirikan oleh Tika Hayana pada 2025 di Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Rabundo lahir dari kegelisahan melihat produk bumbu rendang impor yang justru mendominasi rak-rak swalayan.

Bacaan Lainnya

“Rabundo berangkat dari keresahan pendiri yang melihat ada bumbu rendang di rak swalayan yang diimpor dari negara tetangga,” ungkap Tika dalam keterangan resmi, Minggu (2/8/2026).

Sebagai keturunan asli Minangkabau, Tika merasa prihatin karena salah satu ikon kuliner Indonesia justru lebih banyak diproduksi oleh pihak luar. Kondisi tersebut mendorongnya menghadirkan bumbu rendang asli Minang yang mampu bersaing dari sisi kualitas maupun cita rasa.

Bangun Bisnis dari Nol dengan Cita Rasa Autentik

Merintis usaha bukan perkara mudah. Selain menjaga kualitas rasa agar tetap autentik, Tika juga harus membangun identitas merek, memperluas pasar, hingga memenuhi berbagai persyaratan legalitas produk agar mampu bersaing di industri pangan.

Hubungan Tika dengan BRI sendiri telah terjalin sejak 2023 sebagai nasabah. Ketika Rabundo resmi beroperasi pada 2025, ia mulai memanfaatkan QRIS BRI sebagai sistem pembayaran digital untuk mempermudah transaksi pelanggan.

Pemanfaatan QRIS dinilai mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memberikan pengalaman berbelanja yang lebih cepat, praktis, dan aman bagi konsumen.

Rumah BUMN BRI Jadi Titik Balik Perkembangan Usaha

Perjalanan Rabundo semakin berkembang setelah Tika bergabung dengan Rumah BUMN BRI Bakauheni atas rekomendasi sesama pelaku UMKM.

Menurutnya, berbagai fasilitas yang diberikan Rumah BUMN menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan usahanya.

“Pertama kali mengenal Rumah BUMN BRI Bakauheni dari teman yang lebih dulu menjadi anggota. Beliau menyarankan saya untuk ikut bergabung karena akan banyak manfaat yang bisa didapatkan untuk meningkatkan performa usaha yang sedang kita jalani, baik dari segi fasilitas legalitas, pelatihan sampai bazar,” kenangnya.

Melalui program tersebut, Rabundo memperoleh berbagai pelatihan pengembangan usaha, pendampingan legalitas, hingga kesempatan mengikuti berbagai kegiatan promosi dan pameran.

Kini Rabundo telah mempekerjakan tiga orang karyawan dan memasarkan produk bumbu rendangnya melalui berbagai jaringan ritel modern di Bandar Lampung serta marketplace yang menjangkau konsumen dari berbagai daerah di Indonesia.

Legalitas dan Sertifikasi Tingkatkan Daya Saing Produk

Tidak hanya meningkatkan kapasitas bisnis, Rumah BUMN BRI juga membantu Rabundo memenuhi berbagai standar yang dibutuhkan agar produk mampu bersaing di pasar modern.

Salah satunya melalui fasilitasi perhitungan angka nilai gizi yang bekerja sama dengan SIG, serta bantuan pengurusan sertifikat merek dagang bagi pelaku UMKM.

“Peran Rumah BUMN BRI Bakauheni untuk Rabundo sangat terlihat. Baru saja Rabundo terpilih sebagai UMKM yang difasilitasi untuk perhitungan angka nilai gizi yang bekerja sama dengan SIG, kemudian teman-teman yang lain juga difasilitasi untuk mendapatkan sertifikat merek dagang secara gratis,” ujarnya.

Menurut Tika, legalitas dan sertifikasi menjadi bekal penting agar produknya mampu memenuhi standar industri sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.

Ia pun optimistis Rabundo akan terus berkembang tanpa meninggalkan identitas utamanya sebagai bumbu rendang bercita rasa autentik.

“Keunggulan yang dimiliki Rabundo adalah premium taste, authentic taste, dan praktis, tidak perlu tambah bumbu apa pun,” tegasnya.

BRI Dorong UMKM Naik Kelas

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, melalui Rumah BUMN, BRI terus menghadirkan ruang bagi pelaku UMKM untuk belajar, memperluas jejaring, hingga memperoleh akses terhadap berbagai peluang pengembangan usaha.

Menurutnya, pendampingan yang diberikan tidak hanya memperkuat fondasi bisnis para pelaku UMKM, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.

“Ketika UMKM mampu naik kelas, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha itu sendiri, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas. Pertumbuhan kapasitas usaha akan mendorong peningkatan produksi, membuka lapangan kerja, serta menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya,” ujar Akhmad.

Pos terkait