Bandung, Faktaindonesianews.com – Pemerintah Kota Bandung memastikan kondisi kota tetap aman, tertib, dan terkendali sepanjang periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menegaskan bahwa hasil evaluasi di lapangan menunjukkan tidak adanya gangguan berarti selama momen libur akhir tahun tersebut.
Menurut Iskandar, kepadatan wisatawan yang memadati berbagai titik keramaian di Kota Bandung masih berada dalam batas wajar. Pemerintah kota bersama petugas lapangan mampu mengantisipasi potensi masalah, terutama di sektor kebersihan dan ketertiban umum. Ia menyebutkan, kinerja petugas kebersihan menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, kondisi kebersihan kota jauh lebih baik. Petugas sudah mulai bekerja sejak pukul 04.00 WIB, dan sekitar 06.00 WIB kota kembali bersih,” ujar Iskandar saat ditemui di Mall Pelayanan Publik Kota Bandung, Jalan Cianjur, Jumat (2/1/2025).
Selain kebersihan, Pemkot Bandung juga memperkuat koordinasi lintas sektor dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kolaborasi ini melibatkan Kapolres, Dandim, Denpom, hingga Kejaksaan guna memastikan pengamanan dan pelayanan masyarakat berjalan optimal di seluruh pusat aktivitas warga dan wisatawan.
“Secara umum, koordinasi dan kondisi di lapangan berjalan baik. Tidak ada persoalan krusial selama libur akhir tahun,” katanya.
Iskandar menambahkan, sektor pariwisata dan jasa masih menjadi tulang punggung Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung. Meski laporan resmi jumlah wisatawan dari Dinas Pariwisata belum diterima, indikator ekonomi menunjukkan sinyal positif. Data sementara dari Bapenda Kota Bandung mencatat realisasi pendapatan pajak telah mencapai sekitar 90 persen.
Ia menjelaskan, tingginya aktivitas wisata berdampak langsung pada penerimaan pajak, terutama dari hotel, restoran, dan sektor pendukung lainnya. Kota Bandung yang bergantung pada sektor jasa dinilai masih mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Target pendapatan daerah pun terus meningkat. Pada 2024, target PAD berada di kisaran Rp2,6 triliun, sementara pada 2025 naik menjadi sekitar Rp3,3 triliun. Hingga saat ini, realisasi pendapatan sudah melampaui Rp3 triliun, termasuk kontribusi dari PKB dan BBNKB.
Di sisi lain, Iskandar mengakui adanya tantangan akibat kebijakan pembatasan kegiatan di pertengahan tahun, seperti larangan studi banding dan pembatasan aktivitas hotel. Namun, lonjakan kunjungan di akhir tahun mampu menutup dampak tersebut.
Dari sektor pelayanan publik, Pemkot Bandung terus melakukan inovasi. Salah satu terobosan yang mencuri perhatian adalah kehadiran balai pernikahan di Mall Pelayanan Publik (MPP), yang diklaim sebagai satu-satunya di Indonesia. Dalam tiga bulan terakhir, sekitar 200 pasangan telah memanfaatkan fasilitas tersebut.
Iskandar menegaskan, inovasi pelayanan ini menjadi bukti keseriusan Pemkot Bandung dalam menghadirkan layanan publik yang cepat, mudah, dan terintegrasi, seiring dengan dinamika kebutuhan masyarakat perkotaan.






