BANDUNG, Faktaindonesianews.com — Pemerintah Kota Bandung membuka peluang kerja sama dengan Polandia dalam berbagai bidang strategis, mulai dari transportasi hingga pendidikan. Penjajakan ini ditandai dengan kunjungan Duta Besar Republik Polandia, Barbara Szymanowska, ke Balai Kota Bandung, Senin, 28 Juli 2025.
Dubes Barbara hadir bersama perwakilan dari Polish Investment and Trade Agency (PAIH) dan sejumlah perusahaan besar asal Polandia. Kedatangannya bertujuan untuk mengeksplorasi potensi investasi dan kolaborasi yang bisa dikembangkan bersama Kota Bandung.
Menanggapi kunjungan ini, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyampaikan sambutan hangat dan memaparkan potensi Kota Bandung sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan inovasi di Indonesia.
“PDRB Kota Bandung tahun 2024 mencapai Rp371 triliun dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,99 persen. Bahkan realisasi investasi tahun lalu mencapai Rp10,79 triliun, jauh di atas target Rp7,3 triliun,” ungkap Erwin.
Ia menekankan bahwa angka-angka tersebut menjadi bukti Bandung masih menjadi kota tujuan utama investasi, baik nasional maupun internasional.
Namun, Erwin juga menggarisbawahi bahwa salah satu tantangan utama yang dihadapi Kota Bandung adalah kemacetan lalu lintas. Karena itu, Pemkot Bandung saat ini sedang mencari solusi jangka panjang berbasis transportasi publik modern.
“Kami sangat tertarik untuk bekerja sama di bidang teknologi kereta api. Kami menyambut baik kehadiran perusahaan-perusahaan seperti PESA, Medcom, Ascorail, Ster, dan Śrubena yang datang bersama PAIH,” ujarnya.
Selain transportasi, Kota Bandung juga membuka peluang kolaborasi di sektor pendidikan dan budaya. Menurut Erwin, Bandung memiliki banyak kampus ternama dan sangat terbuka untuk program pertukaran pelajar, beasiswa vokasi, hingga riset bersama.
Di sisi lain, Duta Besar Polandia Barbara Szymanowska menyatakan antusiasme terhadap potensi kerja sama tersebut. Ia mengaku terkesan dengan dinamika Kota Bandung dan siap menjalin kolaborasi konkret, khususnya dengan institusi pendidikan tinggi seperti ITB.
“Kami senang bisa berdiskusi langsung mengenai potensi kerja sama. Kami terbuka untuk kolaborasi lebih lanjut, terutama di bidang pendidikan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala PAIH, Cezary Filipek, menilai Bandung sebagai kota strategis untuk investasi berkelanjutan.
“Polandia mendukung pengembangan transportasi hijau. Kami memiliki pengalaman luas, lebih dari 20.000 perusahaan aktif, serta rekam jejak investasi di lebih dari 100 negara. Kami yakin Bandung punya potensi besar, terutama di sektor konektivitas dan teknologi transportasi modern,” kata Cezary.
Kesimpulannya, peluang kerja sama antara Kota Bandung dan Polandia semakin terbuka lebar. Fokus pada transportasi modern, pendidikan, dan investasi hijau menjadi fondasi utama kolaborasi yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan inovasi kota secara berkelanjutan.






