KUR BRI Perkuat Pertanian Nasional, Petani Rorotan Rasakan Dampak Nyata hingga Tingkat Kesejahteraan

KUR BRI Perkuat Pertanian Nasional, Petani Rorotan Rasakan Dampak Nyata hingga Tingkat Kesejahteraan

Jakarta, Faktaindonesianews.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus menegaskan perannya dalam memperkuat sektor pertanian nasional melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program pembiayaan ini menjadi solusi permodalan bagi petani untuk menjaga keberlanjutan usaha sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di tengah berbagai tantangan lapangan.

Manfaat KUR BRI dirasakan langsung oleh Syiro Judin Abbas, Ketua Kelompok Tani Maju Rorotan, Jakarta Utara. Syiro telah lama menekuni pertanian padi sawah dan saat ini mengelola lahan seluas sekitar 2,5 hektare. Setelah menempuh pendidikan di Jawa Timur, ia kembali ke Jakarta untuk melanjutkan usaha pertanian sekaligus beternak kambing.

Bacaan Lainnya

Pada tahap awal, keterbatasan modal menjadi hambatan utama. Kondisi tersebut membuat petani kerap bergantung pada tengkulak, yang berdampak pada lemahnya posisi tawar, termasuk dalam penentuan harga gabah. Situasi mulai berubah ketika Syiro memperoleh informasi mengenai KUR dari penyuluh pertanian setempat.

Sejak memanfaatkan KUR BRI, usaha pertaniannya berkembang secara bertahap dan berkelanjutan. Selama lebih dari tiga tahun, KUR dimanfaatkan secara rutin pada setiap musim tanam. Seiring meningkatnya skala usaha, plafon pembiayaan yang diterima juga bertambah, dari Rp8 juta hingga Rp20 juta.

Dana tersebut digunakan sepenuhnya sebagai modal produksi, mulai dari pengolahan lahan, pengadaan benih dan pupuk, hingga perawatan tanaman. Keberadaan KUR menjadi krusial saat petani menghadapi risiko serangan hama dan penyakit, sehingga kebutuhan produksi tetap terpenuhi dan hasil panen terjaga.

Dari hasil pertanian itu, Syiro mampu menghidupi keluarganya, termasuk membiayai pendidikan anaknya yang menempuh pendidikan di pesantren. Kondisi ini mencerminkan dampak nyata KUR BRI terhadap kesejahteraan keluarga petani.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan bahwa KUR menjadi instrumen strategis dalam mendukung sektor produktif, khususnya pertanian.

“Melalui KUR, BRI berupaya menghadirkan pembiayaan yang mudah diakses, tepat sasaran, serta berkelanjutan. BRI tidak hanya memberikan akses modal, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas usaha agar pelaku UMKM, termasuk petani, dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” ujar Hery dalam keterangan tertulis, Kamis (5/2/2026).

Sepanjang 2025, BRI menyalurkan KUR sebesar Rp178,08 triliun kepada sekitar 3,8 juta debitur. Lebih dari 64 persen dialokasikan ke sektor produksi, dengan sektor pertanian menjadi kontributor utama sebesar Rp80,09 triliun atau 44,97 persen dari total penyaluran. Capaian ini menegaskan komitmen BRI dalam memperkuat sektor riil sebagai fondasi ekonomi kerakyatan.

Pos terkait