Bandung, Faktaindonesianews.com – Pemerintah Kota Bandung menyiapkan pembenahan 2.400 titik penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur pada salah satu koridor jalan utama Kota Bandung.
Pembenahan penerangan akan dilakukan melalui kolaborasi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemkot Bandung. Skema pembiayaan dari tiga tingkatan pemerintahan tersebut tengah disiapkan agar kebutuhan penerangan di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta dapat ditangani secara menyeluruh.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan program tersebut diharapkan dapat segera direalisasikan menggunakan dukungan anggaran dari APBN, APBD Provinsi Jawa Barat, maupun APBD Kota Bandung.
“Tahun ini mudah-mudahan anggaran untuk PJU sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, baik dari APBN, APBD Provinsi maupun APBD Kota, akan segera bisa dilaksanakan,” ujar Farhan saat ditemui di Kelurahan Antapani Tengah, Kamis (27/8/2026).
2.400 Titik PJU Jadi Prioritas Pembenahan
Menurut Farhan, jumlah penerangan yang perlu ditangani di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta mencapai sekitar 2.400 titik.
“Total kalau enggak salah mencapai angka 2.400 titik, hanya di Soekarno-Hatta saja,” katanya.
Jumlah tersebut mencakup titik-titik penerangan yang berada di sepanjang koridor Jalan Soekarno-Hatta. Pembenahan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pencahayaan sekaligus mendukung keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Jalan Soekarno-Hatta memiliki peran penting dalam sistem transportasi Kota Bandung karena menjadi salah satu jalur yang menghubungkan berbagai kawasan. Kondisi penerangan di sepanjang jalan tersebut pun menjadi perhatian setelah munculnya keluhan masyarakat mengenai sejumlah bagian jalan yang dinilai masih minim pencahayaan.
Farhan menilai kondisi tersebut perlu segera ditangani mengingat tingginya aktivitas kendaraan dan masyarakat yang menggunakan jalur tersebut.
Desain PJU Akan Perhatikan Risiko Pencurian Kabel
Selain meningkatkan jumlah dan kualitas penerangan, Pemkot Bandung juga akan memperhatikan aspek keamanan infrastruktur PJU.
Persoalan pencurian kabel pada fasilitas penerangan sebelumnya menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan PJU. Karena itu, pemerintah mempertimbangkan desain penerangan yang tidak hanya memberikan pencahayaan maksimal, tetapi juga mampu mengurangi risiko kerusakan maupun pencurian.
Farhan mencontohkan sistem penerangan yang digunakan di Jalan Layang Nurtanio. Lampu ditempatkan pada bagian atas sehingga komponen tertentu lebih sulit dijangkau.
Konsep tersebut, menurut Farhan, dapat menjadi salah satu referensi dalam menentukan desain PJU di Jalan Soekarno-Hatta.
“Yang paling penting kita jaga kabelnya jangan ada yang nyolong lagi,” ujarnya.
Dengan mempertimbangkan faktor keamanan sejak tahap perencanaan, pemerintah berharap investasi infrastruktur PJU dapat bertahan lebih lama dan tidak kembali menghadapi persoalan pencurian komponen.
Pemkot Bandung Perkuat Infrastruktur Penopang Jalan Nasional
Rencana pembenahan tidak hanya menyasar PJU. Pemkot Bandung juga menyiapkan penataan sejumlah jaringan jalan yang menjadi penopang jalan nasional.
Farhan mengatakan pemerintah akan memperkuat penanganan tersebut melalui kolaborasi pembiayaan antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemkot Bandung.
Kerja sama antarpemerintah dinilai penting karena sejumlah ruas jalan di Kota Bandung memiliki keterkaitan dengan jaringan jalan nasional. Selain jalan, sejumlah aliran sungai yang berhubungan dengan sistem infrastruktur tersebut juga masuk dalam perhatian pemerintah.
Penanganan secara terpadu diharapkan dapat membuat konektivitas antarkawasan berjalan lebih baik sekaligus mendukung mobilitas masyarakat.
Jalan Penghubung Kawasan Ekonomi Jadi Perhatian
Pemkot Bandung juga merencanakan perbaikan jalan yang memiliki fungsi penting dalam menghubungkan pusat-pusat perekonomian kota.
Beberapa kawasan yang menjadi perhatian antara lain jalur yang menghubungkan kawasan Pasar Baru, Pasar Ciroyom, Pasar Andir, Tegalega, hingga Astanaanyar.
Jalur tersebut memiliki aktivitas ekonomi yang cukup tinggi sehingga kualitas infrastruktur menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
Farhan mengatakan pembenahan pada tahun berikutnya tidak hanya menyasar jalan dan sungai yang berkaitan dengan jaringan jalan nasional, tetapi juga ruas jalan yang menghubungkan berbagai pusat kegiatan ekonomi.
“Jadi tahun depan jalur yang akan diperbaiki tidak hanya jalur jalan dan sungai yang menyambung ke jalan nasional, tetapi juga jalan-jalan yang menghubungkan titik-titik perekonomian di Kota Bandung,” katanya.
Rencana tersebut menunjukkan bahwa pembenahan infrastruktur Kota Bandung diarahkan tidak hanya pada aspek fisik jalan, tetapi juga pada peningkatan konektivitas antarkawasan dan dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Kolaborasi Anggaran Jadi Kunci
Program pembenahan PJU dan jaringan jalan membutuhkan dukungan anggaran yang cukup besar. Karena itu, Pemkot Bandung mendorong pola kolaborasi lintas pemerintahan agar berbagai kebutuhan infrastruktur dapat ditangani secara lebih luas.
Pemerintah pusat, provinsi, dan kota akan berbagi peran sesuai kewenangan serta kebutuhan program. Skema tersebut diharapkan mempercepat pelaksanaan pembangunan sekaligus mengoptimalkan penggunaan anggaran.
Dengan pembenahan PJU di Jalan Soekarno-Hatta dan rencana perbaikan sejumlah jalur strategis, Pemkot Bandung berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memberikan dampak langsung bagi aktivitas masyarakat.






