Bandung, Faktaindonesianews.com – MSD, yang dikenal secara global sebagai Merck & Co., Inc., Rahway, N.J., AS, resmi menjalin kerja sama strategis dengan Bio Farma, produsen vaksin terkemuka di Indonesia, untuk memproduksi Vaksin Pneumokokal Konjugat 15-valent (PCV15) secara lokal.
Penandatanganan perjanjian ini berlangsung di Jakarta, dihadiri oleh George Stylianou, Managing Director MSD Indonesia, dan Shadiq Akasya, Direktur Utama Bio Farma.
Acara ini juga mendapat perhatian dari Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri BUMN RI, Aminuddin Ma’ruf, serta President of MSD Asia Pacific, David Peacock.
Pentingnya Vaksinasi dalam Melawan Pneumonia
Pneumonia menjadi salah satu penyebab utama kematian pada bayi dan anak-anak di Indonesia, dengan kontribusi sekitar 14,5% kematian bayi dan 5% kematian pada anak di bawah lima tahun.
Kehadiran PCV15 menawarkan perlindungan yang lebih luas terhadap serotipe 22F dan 33F, serta menunjukkan imunogenisitas superior untuk serotipe 3 dibandingkan dengan vaksin PCV lainnya.
Streptococcus pneumoniae serotipe 3, 22F, dan 33F diketahui sebagai penyebab pneumonia di berbagai populasi, sehingga keberadaan vaksin ini menjadi langkah penting dalam menekan angka kematian akibat pneumonia.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa PCV15 akan berperan penting dalam mencegah penyakit mematikan pada anak-anak Indonesia. “Kerja sama ini mendukung transformasi kesehatan nasional, khususnya dalam memperkuat ketahanan sistem kesehatan sesuai dengan visi Indonesia Emas 2045,” ujar Budi.
MSD dan Bio Farma: Memperluas Akses Vaksin di Indonesia
David Peacock, President of MSD Asia Pacific, menyatakan bahwa perjanjian ini memperluas produksi dan pasokan PCV di Indonesia. MSD berkomitmen untuk meningkatkan akses terhadap vaksin yang dapat menyelamatkan jiwa serta mengatasi beban penyakit pneumokokus di Indonesia.
Kerja sama ini mencerminkan dedikasi MSD dalam mendukung aspirasi Indonesia untuk membangun infrastruktur vaksinasi yang kuat dan berkelanjutan.
Dari sisi pemerintah, Wakil Menteri BUMN RI, Aminuddin Ma’ruf, menekankan bahwa kemitraan ini menandai langkah penting dalam menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi vaksin dunia. Inisiatif ini selaras dengan upaya pemerintah untuk memperkuat kemandirian industri kesehatan nasional dan membangun ekosistem farmasi yang lebih kompetitif.
Kolaborasi dengan perusahaan biofarmasi global seperti MSD diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas lokal serta memastikan Indonesia memenuhi standar internasional.
Pengalaman Sukses dalam Transfer Teknologi
Kerja sama ini bukan yang pertama bagi MSD dan Bio Farma. Sebelumnya, kedua perusahaan telah berhasil melakukan transfer teknologi untuk produksi lokal vaksin 4-valent Human Papillomavirus (HPV), NUSAGARD®, yang diluncurkan pada Agustus 2023.
Pengalaman sukses ini berkontribusi signifikan dalam proses transfer teknologi PCV15, memperkuat kapabilitas Bio Farma dalam memproduksi vaksin berkualitas tinggi di dalam negeri.
Shadiq Akasya, Direktur Utama Bio Farma, menegaskan bahwa perjanjian ini tidak hanya meningkatkan kapabilitas produksi vaksin di Indonesia, tetapi juga mencerminkan komitmen dalam mendukung Asta Cita Indonesia dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui produksi vaksin inovatif secara lokal.
Ia menyatakan optimisme terhadap kerja sama dengan MSD dalam mencapai tujuan bersama dan berharap kemitraan ini dapat memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat serta menciptakan masa depan yang lebih sehat.
Meningkatkan Ketahanan Kesehatan Nasional
Kerja sama strategis antara MSD dan Bio Farma dalam produksi lokal Vaksin Pneumokokal Konjugat 15-valent (PCV15) merupakan langkah penting dalam memperkuat ketahanan sistem kesehatan Indonesia. Dengan fokus pada transfer teknologi dan produksi vaksin berkualitas tinggi, kolaborasi ini diharapkan dapat menekan angka kematian akibat pneumonia pada anak-anak sekaligus memperkuat kemandirian industri kesehatan nasional.
Kemitraan ini juga mempertegas posisi Indonesia sebagai pusat produksi vaksin global, mendukung visi Indonesia Emas 2045, dan meningkatkan akses masyarakat terhadap vaksin yang menyelamatkan jiwa.






