Faktaindonesianews.com – Juru bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, menegaskan bahwa kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Prancis merupakan agenda diplomasi strategis negara yang telah direncanakan sejak lama, bukan perjalanan pribadi.
Menurut Bahtra, kunjungan tersebut tidak seharusnya dipelintir menjadi polemik politik hanya karena waktunya bertepatan dengan momentum Hari Raya Idul Adha.
“Ini bukan perjalanan pribadi Presiden, tetapi tugas negara. Agenda kenegaraan seperti ini disusun melalui komunikasi diplomatik antarnegara yang panjang dan terukur. Kebetulan waktunya bertepatan dengan Idul Adha,” kata Bahtra dalam keterangan tertulis, Rabu (27/5).
Bahtra yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi II DPR RI mengatakan di tengah situasi geopolitik dan ekonomi global yang semakin tidak pasti, Presiden Prabowo justru tengah menjalankan misi memperkuat hubungan strategis Indonesia dengan negara-negara besar dunia.
Ia menyebut Prancis menjadi salah satu mitra penting Indonesia dalam berbagai sektor strategis, mulai dari pertahanan, investasi, teknologi, energi hingga industri strategis nasional.
Selain itu, Bahtra juga menyinggung kedekatan hubungan antara Presiden Prabowo dengan Presiden Emmanuel Macron yang dinilai semakin erat dalam setahun terakhir.
Menurutnya, publik seharusnya melihat manfaat konkret dari kunjungan tersebut bagi Indonesia, bukan sekadar mempersoalkan momentum keberangkatan yang bertepatan dengan hari raya.
“Yang harus dilihat publik adalah manfaat konkret untuk bangsa, mulai dari peluang investasi, penguatan ekonomi, transfer teknologi, hingga peningkatan posisi tawar Indonesia di tingkat global. Jangan agenda negara dipersempit menjadi framing simbolik yang bernuansa politis,” ujarnya.
Bahtra menilai langkah Prabowo aktif menjalankan diplomasi internasional menunjukkan implementasi politik luar negeri bebas aktif Indonesia yang berorientasi pada kepentingan nasional.
“Semakin aktif Presiden Prabowo diterima dalam forum internasional menunjukkan bahwa Indonesia semakin dihormati dan diperhitungkan dalam percaturan global,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa kesediaan Prabowo tetap menjalankan kunjungan kerja ke luar negeri di tengah momentum Idul Adha menunjukkan komitmen kepala negara dalam menempatkan kepentingan rakyat dan bangsa di atas kepentingan pribadi.
“Kesediaan Presiden Prabowo keluar negeri di momen hari raya membuktikan bahwa kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia berada di atas segala-galanya. Ini adalah bentuk pengabdian seorang kepala negara,” ujar Bahtra.
Sebelumnya, Presiden Prabowo diketahui bertolak ke Prancis pada Selasa (26/5) dini hari, atau sehari sebelum perayaan Idul Adha. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut kunjungan resmi tersebut merupakan agenda kenegaraan yang telah dijadwalkan sejak tahun sebelumnya.






