Menuju Bandung Lebih Maju: Strategi 3 Pilar Farhan untuk Infrastruktur, UMKM, dan Lapangan Kerja

Menuju Bandung Lebih Maju: Strategi 3 Pilar Farhan untuk Infrastruktur, UMKM, dan Lapangan Kerja

Faktaindonesianews.com, Bandung – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa periode awal pemerintahannya merupakan fase penataan fondasi pembangunan. Melalui visi Bandung Utama, ia membangun sistem yang lebih transparan, terukur, dan berbasis data.

Tahun pertama menjadi momentum konsolidasi. Pemerintah Kota Bandung memperkuat tata kelola, menyempurnakan basis data kewilayahan, serta mempercepat program intervensi yang langsung menyentuh kebutuhan warga.

Bacaan Lainnya

Di awal jabatan, tantangan yang muncul cukup kompleks. Inflasi berada di angka 2,69 persen. Ribuan titik PJU mengalami kerusakan. Tingkat pengangguran menyentuh 112.000 orang. Lebih dari seperempat rumah tangga belum memiliki sanitasi layak. Isu persampahan dan sanitasi pun menjadi sorotan utama.

Pemkot merespons cepat melalui program LACI RW, yang memetakan kondisi sosial hingga infrastruktur di hampir 9.900 RT. Dengan data makro dan mikro tersebut, kebijakan disusun berdasarkan realitas, bukan asumsi.

Program Prakarsa Bandung Utama menjadi penggerak utama di tingkat kewilayahan. Pada 2025, sebanyak 151 RW menerima intervensi dengan lebih dari 1.000 kegiatan. Realisasi anggaran mencapai 96 persen, menunjukkan efektivitas pelaksanaan. Aktivasi 697 RW serta penguatan kembali siskamling memperlihatkan pendekatan pembangunan berbasis partisipasi warga.

Dari sisi ekonomi, terjadi pertumbuhan signifikan pada kelompok desil 6–10 dengan tambahan hampir 5.000 keluarga baru. Sektor ketenagakerjaan juga menunjukkan progres melalui penempatan 5.207 tenaga kerja sepanjang 2025.

Penguatan tata kelola tercermin dari raihan opini WTP, yang memperkuat kredibilitas pengelolaan keuangan daerah.

Kini, tahun kedua difokuskan pada perluasan dampak melalui tiga pilar: percepatan infrastruktur strategis, transformasi UMKM dan pariwisata untuk mendorong ekonomi inklusif, serta penguatan ekosistem ketenagakerjaan dengan target 92 persen penyerapan tenaga kerja tersertifikasi.

Fokus tersebut menegaskan bahwa Bandung tidak hanya membangun fisik kota, tetapi juga memperkuat fondasi sosial dan ekonomi masyarakatnya. Dengan pendekatan berbasis data, partisipasi warga, dan penguatan kelembagaan, tahun kedua kepemimpinan Farhan diarahkan untuk memastikan hasil pembangunan benar-benar menyentuh masyarakat paling bawah dan menciptakan mobilitas sosial yang berkelanjutan.

Pos terkait