Faktaindonesianews.com – Kekalahan telak Inter Miami dari Los Angeles FC (LAFC) dalam laga pembuka **Major League Soccer (MLS) musim 2026 memantik sorotan tajam. Bukan hanya karena skor mencolok 0-3, tetapi juga karena aksi Lionel Messi yang terekam kamera mengejar wasit hingga ke area dalam stadion usai pertandingan, Sabtu (21/2) waktu setempat.
Bermain di LA Memorial Coliseum, Inter Miami sebenarnya datang dengan ekspektasi tinggi. Namun kenyataan di lapangan berkata lain. LAFC tampil dominan sejak menit awal. Gol demi gol dicetak melalui David Martinez, Denis Bouanga, dan Nathan Ordaz. Pertahanan Miami terlihat kewalahan menghadapi tekanan agresif tuan rumah.
Kekalahan tersebut tampaknya membuat Messi frustrasi. Kapten timnas Argentina itu terlihat menghampiri perangkat pertandingan tak lama setelah peluit akhir berbunyi. Dalam video yang viral di media sosial, Messi tampak bergerak cepat menuju lorong stadion yang mengarah ke area internal. Rekan setimnya, Luis Suárez, sempat mencoba menahan dan menariknya agar tidak melangkah lebih jauh. Namun upaya tersebut tidak sepenuhnya berhasil.
Messi dan Suarez terlihat masuk ke sebuah ruangan di area stadion, meski hanya dalam waktu singkat. Insiden inilah yang kemudian memicu spekulasi luas bahwa La Pulga berpotensi menerima sanksi dari MLS karena dianggap memasuki ruang wasit tanpa izin.
Namun, pihak liga dengan cepat memberikan klarifikasi. Juru bicara MLS menegaskan bahwa area yang dimasuki Messi bukanlah area terlarang dan tidak termasuk ruang ganti resmi wasit. Setelah melakukan peninjauan internal, liga memastikan tidak ada pelanggaran kebijakan yang dilakukan Messi maupun pihak lain yang terlibat.
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Chris Rivett dari Organisasi Wasit Profesional (PRO). Ia menyebut telah menerima konfirmasi langsung dari wasit yang bertugas bahwa Messi tidak memasuki ruang ganti mereka. Dengan demikian, tidak ada dasar untuk menjatuhkan hukuman disipliner.
Keputusan ini sekaligus meredam polemik yang sempat memanas di ruang publik. Banyak pihak menilai respons Messi merupakan luapan emosi sesaat dalam atmosfer pertandingan yang penuh tekanan. Terlebih, laga tersebut menjadi pembuka musim yang tentu sarat ambisi bagi Inter Miami.
Meski terbebas dari sanksi, insiden ini menjadi pengingat bahwa sorotan terhadap Messi di MLS selalu berada dalam level tertinggi. Setiap gestur dan reaksinya menjadi perhatian global. Kekalahan telak, emosi yang meluap, dan klarifikasi resmi liga akhirnya menutup drama ini tanpa konsekuensi lebih lanjut bagi sang megabintang. Kesimpulannya, MLS memilih pendekatan objektif berbasis fakta, memastikan bahwa kontroversi tidak berkembang menjadi hukuman yang tidak berdasar.
