Faktaindonesianews.com – Mitsubishi Motors mengungkapkan strategi bisnis terbarunya untuk pasar Indonesia sepanjang 2026 melalui ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Salah satu langkah utama yang disiapkan pabrikan asal Jepang tersebut adalah menghadirkan dua model mobil baru guna memperkuat portofolio produk dan mendongkrak pangsa pasar di Tanah Air.
Pada hari pertama pameran, Kamis (5/2), Mitsubishi menampilkan dua unit kendaraan yang masih tertutup tirai hitam dalam sesi presentasi resmi. Tampilan tersebut menjadi sinyal kuat kehadiran model anyar, meski detail terkait spesifikasi, segmen, maupun jadwal peluncuran masih dirahasiakan.
Marketing Director Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Irwan Kuncoro, menyebut penambahan lini produk menjadi kunci untuk meningkatkan kinerja penjualan. Menurutnya, strategi tersebut telah dijalankan sejak tahun lalu dengan menghadirkan model SUV baru.
“Kalau mau menaikkan market share, salah satunya memang dengan menambah model line up. Tahun lalu kami sudah menambah model SUV, dan ke depan kemungkinan akan ada line up baru lagi,” ujar Irwan.
Meski demikian, Irwan menegaskan Mitsubishi tidak membidik segmen mobil murah atau low-cost car. Fokus perusahaan, kata dia, adalah mengisi ceruk pasar yang saat ini belum digarap Mitsubishi di Indonesia.
“Kalau bicara mobil murah itu relatif. Lebih murah belum tentu lebih laku, semua tergantung segmennya. Yang terpenting kami mengisi segmen yang belum kami miliki. Tapi apakah masuk ke segmen mobil murah, sepertinya tidak,” katanya.
Saat ini, Mitsubishi memasarkan berbagai model di Indonesia, mulai dari Xpander, Xpander Cross, Xforce, Destinator, Triton, L300, hingga L100 EV. Kehadiran dua model baru diharapkan melengkapi portofolio tersebut sekaligus menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Selain itu, Mitsubishi juga membuka peluang besar untuk menghadirkan kendaraan elektrifikasi. Irwan menyebut langkah ini sejalan dengan kebijakan dan visi pemerintah Indonesia terkait transisi energi dan kendaraan ramah lingkungan.
“Sangat mungkin masuk ke elektrifikasi. Mitsubishi pasti akan masuk ke arah itu karena ini juga menjadi program pemerintah. Namun untuk model apa dan kapan diluncurkan, belum bisa kami sampaikan,” ujarnya.
Meski belum mengungkap apakah kendaraan elektrifikasi tersebut berjenis baterai murni (BEV) atau hybrid, Mitsubishi sejatinya memiliki pengalaman di segmen ini. Perusahaan sempat memasarkan Outlander PHEV di Indonesia, meski kini sudah dihentikan, serta masih menjual L100 EV untuk segmen kendaraan niaga.
Sebelumnya, Mitsubishi juga pernah menyatakan rencana menghadirkan Xpander Hybrid dan memproduksinya secara lokal. Namun realisasi model tersebut lebih dulu dilakukan di Thailand pada 2024.
Dengan sinyal kehadiran dua mobil baru dan komitmen menuju elektrifikasi, Mitsubishi menunjukkan keseriusannya menjaga daya saing di pasar otomotif Indonesia yang semakin kompetitif sepanjang 2026.
