Modifikasi Cuaca Tabur Garam 24 TON, Ala Gubernur Jabar Dedi Mulyadi : Dari Laut Kembali ke Laut

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bersama Danlanud Husein Sastranegara Kolonel Pnb Alfian dan Deputi Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto
Tangkapan layar faktaindonesianews.com/Youtube Channel Kang Dedi Mulyadi Channel

BANDUNG, Faktaindonesianews.com Gubernur Jabar Dedi Mulyadi bersama Danlanud Husein Sastranegara Kolonel Pnb Alfian dan Deputi Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto meninjau persiapan proses operasi modifikasi cuaca dengan menggunakan pesawat Casa 212 bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, serta pihak Lanud Husein Sastranegara, di Kota Bandung, Selasa (11/3/2025).

Dalam kegiatan itu sebanyak 24 ton garam ditabur di udara selama sepuluh hari, dengan harapan dapat mengurangi intensitas hujan sebanyak 60 persen.

Bacaan Lainnya

Gubernur yang akrab disapa KDM menuturkan, OMC merupakan bagian dari strategi mitigasi bencana yang dilakukan Pemprov Jabar untuk mengurangi risiko banjir dan longsor yang kerap terjadi di Jabar.

Menurutnya, Pemprov Jabar telah melakukan berbagai langkah pencegahan, mulai dari hulu hingga hilir, untuk meminimalisir dampak bencana.

“Salah satu langkah konkret yang kami lakukan adalah membenahi tata ruang, khususnya di kawasan Puncak dan seluruh wilayah Jawa Barat. Kami berani mengambil tindakan tegas, termasuk pembongkaran bangunan yang menutupi area resapan air,” katanya

Menurutnya, Pemprov Jabar telah melakukan berbagai langkah pencegahan, mulai dari hulu hingga hilir, untuk meminimalisir dampak bencana.

“Jika tidak, air yang seharusnya terserap akan langsung mengalir deras ke Cisarua, lalu ke Kali Bekasi, hingga ke Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Jakarta,” imbuhnya.

Lanjut Dedi menjelaskan selain penataan ruang, Pemprov Jabar juga tengah melakukan pembenahan Daerah Aliran Sungai (DAS). Saat ini, alat berat telah diterjunkan ke sejumlah lokasi strategis. Pemprov Jabar, tengah berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN untuk menyelesaikan permasalahan sertifikasi lahan di sekitar DAS yang kerap menjadi kendala dalam upaya konservasi.

“Kita sudah melihat bahwa banyak daerah aliran sungai, seperti di Cibarusah, Cileungsi, dan Kali Bekasi, yang sudah bersertifikat. Ini harus segera dibenahi agar ekosistem sungai tetap terjaga,” katanya.

Selain itu, OMC dilakukan dengan tujuan utama mengalihkan curah hujan ke daerah yang lebih aman, seperti laut dan Danau Jatiluhur, guna mencegah intensitas hujan yang tinggi di kawasan rawan banjir.

 

Pos terkait