NASA Tunda Peluncuran Artemis 2, Masalah Helium Bikin Misi Berawak ke Bulan Mundur

NASA Tunda Peluncuran Artemis 2, Masalah Helium Bikin Misi Berawak ke Bulan Mundur

Faktaindonesianews.com – Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, memastikan misi berawak ke Bulan dalam program Artemis program tidak akan meluncur pada Maret mendatang. Keputusan ini diambil setelah tim teknis menemukan persoalan krusial pada sistem roket yang berpotensi memengaruhi keselamatan penerbangan.

Administrator NASA, Jared Isaacman, menyampaikan bahwa misi Artemis 2—yang dirancang sebagai penerbangan awak pertama mengitari Bulan dalam lebih dari 50 tahun—harus menunda jadwal akibat gangguan teknis. Masalah terdeteksi pada aliran helium menuju roket raksasa Space Launch System (SLS).

Bacaan Lainnya

Helium cair memainkan peran vital dalam sistem peluncuran. Gas ini digunakan untuk proses purging atau pembersihan mesin roket, sekaligus memberi tekanan pada tangki bahan bakar. Gangguan pada aliran helium membuat jendela peluncuran Maret “tidak lagi dipertimbangkan”.

“Saya memahami banyak yang kecewa dengan perkembangan ini. Kekecewaan itu paling dirasakan oleh tim NASA yang telah bekerja tanpa lelah mempersiapkan misi besar ini,” ujar Isaacman melalui pernyataan di media sosial.

NASA kini membidik peluang peluncuran baru pada awal atau akhir April. Namun, jadwal tersebut tetap bergantung pada hasil evaluasi teknis lanjutan. Penundaan ini terjadi di tengah persaingan eksplorasi antariksa yang semakin ketat, terutama dengan China.

China menargetkan misi berawak ke Bulan paling lambat 2030. Negeri Tirai Bambu juga bersiap meluncurkan misi tanpa awak Chang’e 7 pada 2026 untuk mengeksplorasi kutub selatan Bulan, serta menguji wahana antariksa berawak Mengzhou tahun ini. Situasi ini membuat dinamika perlombaan antariksa global kembali memanas.

Serangkaian Penundaan

Perjalanan program Artemis memang tidak mulus. Misi tanpa awak Artemis 1 baru terlaksana pada November 2022 setelah beberapa kali penundaan dan dua kali upaya peluncuran yang gagal.

Awal Februari lalu, kebocoran hidrogen cair juga memaksa NASA menghentikan uji coba penting yang dikenal sebagai wet dress rehearsal. Uji coba ini mensimulasikan kondisi peluncuran sebenarnya, termasuk pengisian penuh tangki roket dan pemeriksaan sistem secara menyeluruh.

Simulasi akhirnya rampung di Cape Canaveral, Florida. Namun, sehari setelah menetapkan target peluncuran 6 Maret, NASA kembali menemukan masalah baru pada sistem helium. Roket SLS dan wahana Orion kini akan dikembalikan ke Kennedy Space Center untuk pemeriksaan lanjutan. Isaacman menyebut kemungkinan sumber gangguan berasal dari filter, katup, atau pelat sambungan yang bermasalah.

Misi 10 Hari Mengitari Bulan

Artemis 2 dirancang sebagai penerbangan selama 10 hari mengitari Bulan sebelum kembali ke Bumi. Awak misi terdiri dari astronaut AS Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, serta astronaut Kanada Jeremy Hansen.

Misi ini akan menjadi penerbangan manusia terjauh dalam sejarah modern dan penerbangan berawak ke Bulan pertama sejak era Apollo program lebih dari setengah abad lalu. Artemis 2 juga menjadi fondasi menuju Artemis 3 yang dijadwalkan pada 2028, dengan ambisi mendaratkan kembali manusia di permukaan Bulan.

Pos terkait