BANDUNG, Faktaindonesianews.com – Setelah absen selama 11 tahun, Pasar Seni ITB 2025 akhirnya akan digelar kembali di Kampus Ganesha, Institut Teknologi Bandung (ITB), pada 18–19 Oktober 2025. Acara seni legendaris yang terakhir diselenggarakan pada 2014 ini hadir dengan wajah baru: lebih inklusif, lebih besar, dan melibatkan seluruh sivitas akademika ITB.
Dalam konferensi pers di Aula Barat ITB, Rabu (1/10/2025), Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi ITB, Dr. A. Rikrik Kusmara, menegaskan bahwa transformasi Pasar Seni kali ini berbeda dari edisi sebelumnya. “Kalau dulu acaranya hanya di FSRD dan identik dengan mahasiswa, sekarang kita scale up menjadi acara ITB, bahkan berskala nasional. Industri kreatif Indonesia berkembang sangat pesat dan menjadi pilar ekonomi, sehingga ITB harus ikut berkontribusi,” ujarnya.
Dengan mengusung tema “Setakat Lekat”, Pasar Seni ITB 2025 menekankan kolaborasi lintas disiplin, komunitas, dan generasi. Festival ini menghadirkan 257 tenant seni, kuliner, dan kreatif, lima foodtruck, serta berbagai fasilitas digital seperti peta navigasi interaktif dan area komunitas. Merchandise eksklusif berupa t-shirt, totebag, bucket hat, pin, tumbler, hingga maskot edisi khusus juga akan tersedia.
Selain itu, pameran LIGA KMSR ITB akan menampilkan karya seniman besar dan kolektif seperti Tisna Sanjaya, Wiyoga Muhardanto, Entri Soemantri, Isa Perkasa, Nia Gautama, hingga Studio Pancaroba. Sementara acara utama bertajuk Adicitra Ganesha akan menyajikan karya maestro nasional dan alumni ITB dengan pendekatan integratif seni, sains, dan teknologi (STEM).
Puncak kegiatan berupa lelang karya seni pada 8 Oktober 2025, dengan hasil penjualan disalurkan ke Dana Lestari Pendidikan dan Seni. Dana abadi ini diharapkan menopang keberlanjutan pendidikan tinggi dan pengembangan kreativitas nasional.
Dr. Rikrik menilai, kehadiran Pasar Seni ITB 2025 dapat memberikan multiplier effect bagi Kota Bandung, serupa dengan dampak positif festival seni seperti Art Jog di Yogyakarta atau Art Jakarta. “Festival seni bukan hanya selebrasi, tapi juga penggerak ekonomi. Hotel, restoran, hingga UMKM akan ikut merasakan manfaatnya,” jelasnya.
Senada, Zusfa Roihan, Ketua Umum Pasar Seni ITB 2025, menyebut acara ini sebagai momentum kebersamaan lintas batas. Sementara itu, Dekan FSRD ITB, Dr. Kahfiati Kahdar, menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan tradisi Pasar Seni sebagai ikon budaya Bandung.






