Faktaindonesianews.com – Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Guntur Romli, kembali melontarkan pernyataan keras terkait Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Ia menegaskan bahwa PDIP sudah sepenuhnya menutup hubungan dengan mantan kadernya tersebut.
“PDI Perjuangan sudah tutup buku dengan Pak Jokowi, sudah dipecat. Tidak mau lagi membahas dan dikaitkan dengan Jokowi,” ujar Guntur Romli saat dihubungi, Senin (20/4).
Pernyataan ini mempertegas sikap partai yang tidak ingin lagi membawa nama Jokowi dalam dinamika internal maupun komunikasi politik ke depan.
Seret Nama Jusuf Kalla, Isu Lama Kembali Muncul
Pernyataan tersebut muncul di tengah polemik yang menyeret nama Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla. Guntur menilai respons JK atas isu ijazah Jokowi membuka kembali narasi lama soal relasi politik di masa lalu.
Menurutnya, pernyataan JK secara tidak langsung memperlihatkan adanya kekecewaan terhadap Jokowi.
Daftar Tokoh yang Disebut “Dikhianati”
Guntur Romli juga menyebut sejumlah tokoh yang dianggap pernah berjasa dalam perjalanan politik Jokowi, namun kini dinilai justru mengalami “pengkhianatan”.
Beberapa nama yang disebut antara lain:
- Megawati Soekarnoputri
- Hasto Kristiyanto
- Ganjar Pranowo
- Pramono Anung
- Tri Rismaharini
- Andika Perkasa
- Basuki Tjahaja Purnama
- Anies Baswedan
- Tom Lembong
Menurut Guntur, tokoh-tokoh tersebut memiliki kontribusi besar dalam membangun karier politik Jokowi, namun hubungan yang terjalin tidak berakhir baik.
Kronologi Ketegangan Jokowi dan JK
Hubungan antara Jokowi dan Jusuf Kalla belakangan disebut memanas. Hal ini dipicu oleh polemik ijazah yang kemudian melebar ke berbagai isu lain, termasuk ceramah JK yang sempat menjadi sorotan publik.
Dalam pernyataannya pada 18 April, JK mengungkap perannya dalam mendorong Jokowi maju sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2012.
“Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa ke Jakarta dari Solo untuk jadi Gubernur,” ujar JK, menirukan percakapannya dengan Megawati.
Respons Jokowi: “Saya Bukan Siapa-siapa”
Menanggapi berbagai pernyataan tersebut, Jokowi memilih merespons dengan nada sederhana. Ia menegaskan bahwa dirinya hanyalah orang biasa.
“Ya, saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung,” ujar Jokowi.
