Bekasi, Faktaindonesianews.com – Pemerintah Kabupaten Bekasi terus menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Advokasi Lintas Sektor dan Program yang berlangsung di Ruang Rapat KH Raden Mamun Nawawi, Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Rabu (26/11/2025). Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan langkah dan memperkuat koordinasi seluruh pemangku kepentingan dalam upaya menurunkan prevalensi stunting secara signifikan.
Wakil Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, membuka kegiatan dengan menyampaikan apresiasi kepada tim Kementerian Kesehatan yang hadir langsung memberikan perhatian terhadap capaian dan tantangan penanganan stunting di Kabupaten Bekasi. Menurut Asep, kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus dorongan moral bagi pemerintah daerah untuk semakin memperkuat komitmen, kolaborasi, dan konvergensi program.
Asep menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, melainkan isu multisektor yang berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, percepatan penurunan stunting telah menjadi prioritas pembangunan daerah. Upaya ini sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang mewajibkan seluruh pihak terlibat aktif sesuai peran masing-masing.
Dalam paparannya, Asep juga menyampaikan perkembangan data prevalensi stunting terkini. Berdasarkan hasil SSGI 2024, prevalensi stunting nasional berada di angka 19,8 persen, Provinsi Jawa Barat 15,9 persen, dan Kabupaten Bekasi sebesar 18,2 persen. Meski menunjukkan tren perbaikan, ia menilai masih banyak tantangan terutama dalam hal ketepatan data dan sinkronisasi program dari tingkat kabupaten hingga desa.
Melalui kegiatan advokasi ini, Pemkab Bekasi ingin memastikan bahwa Kementerian Kesehatan dapat melihat langsung langkah implementasi yang sudah berjalan di lapangan. Pemerintah daerah juga membuka ruang seluas-luasnya terhadap masukan, arahan, dan dukungan teknis guna memperkuat strategi percepatan penurunan stunting.
Kegiatan berlangsung produktif dengan diskusi yang menekankan pentingnya penguatan layanan kesehatan keluarga, peningkatan pendampingan keluarga berisiko stunting, serta optimalisasi peran puskesmas dan kader kesehatan. Seluruh peserta sepakat bahwa sinergi lintas sektor harus terus dipertahankan demi mencapai target penurunan stunting yang lebih agresif di tahun-tahun mendatang.
Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Arief Kurnia, perwakilan Kementerian Kesehatan RI dari Direktorat Pelayanan Kesehatan Keluarga dan Tim Percepatan Penurunan Stunting, serta Kepala Puskesmas Sukamahi dan Sumberjaya. Hadir pula berbagai pemangku kepentingan lain yang turut mengambil bagian dalam upaya bersama menurunkan stunting.






