Pemkab Karawang Paparkan 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting

Pemkab Karawang Paparkan 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting

Karawang, Faktaindonesianews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang memaparkan 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di Command Center Bale Prasuti Singaperbangsa, Rabu (13/8/2025). Pemaparan tersebut dilakukan secara daring di hadapan Tim Penilaian Kinerja Provinsi Jawa Barat.

Delapan aksi yang dipaparkan meliputi data cakupan layanan, perencanaan dan penganggaran, rembug stunting kabupaten, regulasi percepatan penurunan stunting (PPS) di daerah, peningkatan kapasitas kader, manajemen data PPS, pengukuran dan publikasi PPS, serta realisasi anggaran dan rencana.

Bacaan Lainnya

Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Asep Hazar, menegaskan bahwa Pemkab Karawang fokus menekan angka stunting sekaligus mencegah munculnya kasus baru.

Intervensi dilakukan sejak dini, mulai dari remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca persalinan, hingga balita pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Pemerintah daerah berfokus untuk menurunkan prevalensi stunting dan mencegah kejadian baru melalui intervensi bagi remaja putri, calon pasangan usia subur, ibu hamil, ibu pasca persalinan, dan baduta 1000 HPK,” ujar Asep.

Sejumlah program inovatif telah digulirkan Pemkab Karawang, antara lain Layanan Edukasi serta Intervensi Makanan Cegah Stunting untuk Ibu Hamil dan Balita (Leuit Kacinta), program Sasaran Stunting Diberi 2 Butir Telur Setiap Hari (SADARI) bersama Apindo dan Karawang International Industrial City (KIIC), pendampingan serta pemeriksaan kesehatan calon pengantin, Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2), penyediaan air bersih dan sanitasi rumah tangga, hingga Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Menurut Asep, berbagai langkah ini mencerminkan komitmen penuh pemerintah daerah dalam menurunkan stunting.

“Insyaallah dengan sumber daya yang kita miliki akan kita kerahkan semuanya, dan semoga angka stunting di Kabupaten Karawang dapat terus menurun secara signifikan,” ungkapnya.

Pos terkait