BANDUNG, Faktaindonesianews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat langkah strategis dalam menangani masalah sampah dengan menerapkan sistem pengelolaan berbasis wilayah. Langkah ini diharapkan mampu menekan potensi penumpukan sampah yang kerap terjadi di beberapa titik kota.
Dalam kunjungan kerja ke Kelurahan Ciseureuh, Kecamatan Regol, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Ia menyebut, dua minggu ke depan menjadi masa krusial bagi Kota Bandung dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah.
“Dalam dua minggu ke depan kita akan menghadapi tantangan serius terkait sampah. Karena itu, setiap kelurahan harus mulai menyiapkan tempat pengolahan sederhana agar tidak terjadi penumpukan,” ujar Farhan.
Dalam kunjungan tersebut, Farhan bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meninjau lokasi di RW 8 Kelurahan Ciseureuh yang akan dijadikan pusat pengolahan sampah organik.
Ia mengapresiasi ketersediaan lahan yang dinilai representatif untuk dijadikan percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Selain menyiapkan lokasi, Pemkot Bandung juga meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera melengkapi sarana dan prasarana pendukung, termasuk pengadaan alat pengolahan sampah.
Tak hanya itu, Farhan juga memastikan bahwa Pemkot akan menambah sumber daya manusia (SDM) di tingkat RW untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah.
“Kita akan rekrut sebanyak 1.597 petugas pemilah di setiap RW agar sistem pengelolaan di tingkat kelurahan berjalan optimal,” ungkapnya.
Farhan menekankan bahwa kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, tetapi seluruh warga. Ia menilai, lingkungan yang bersih mencerminkan kedisiplinan dan kepedulian masyarakat terhadap kotanya.
“Kota ini akan kuat kalau warganya ikut jaga. Sampah bukan cuma masalah kebersihan, tapi juga cermin kedisiplinan kita,” tegasnya.
Sementara itu, Lurah Ciseureuh Tantan Sukanda menyampaikan bahwa dari delapan RW yang ada, tiga di antaranya sudah berstatus Kampung Bebas Sampah (KBS).
Warga juga telah menerapkan langkah-langkah sederhana, seperti pemilahan sampah organik dan non-organik, serta sosialisasi pengelolaan dari rumah tangga.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Pemkot Bandung berharap upaya ini mampu menciptakan lingkungan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
