Pemkot Bandung Perkuat Mitigasi Bencana Hadapi Musim Hujan

Pemkot Bandung Perkuat Mitigasi Bencana Hadapi Musim Hujan

BANDUNG, Faktaindonesianews.com – Menjelang puncak musim hujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat langkah mitigasi bencana untuk mengantisipasi potensi banjir, genangan air, hingga longsor di sejumlah titik rawan. Upaya tersebut dilakukan melalui perbaikan sistem drainase, pembangunan kolam retensi, pengoperasian rumah pompa, hingga pelibatan masyarakat dalam kegiatan siaga lingkungan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan infrastruktur, tetapi juga memerlukan kesiapsiagaan warga.

Bacaan Lainnya

“Pemkot Bandung saat ini sedang memperbaiki sistem drainase secara besar-besaran hingga akhir tahun sebagai bagian dari solusi jangka panjang. Kami juga menyiapkan kanal baru, kolam retensi, pelebaran saluran air, dan sumur imbuhan dalam agar air hujan dapat mengalir lebih lancar, terutama di kawasan padat penduduk,” ujar Farhan, Senin (3/11/2025).

Ia juga menegaskan larangan pembangunan liar di bantaran sungai yang dapat mempersempit aliran air dan memperparah banjir.

“Banyak saluran yang tersumbat bahkan tertutup bangunan liar. Ini tidak bisa dibiarkan. Kami akan melakukan penertiban agar aliran air kembali normal,” tegasnya.

Selain pembenahan fisik, Farhan meminta setiap RW untuk mengaktifkan relawan siaga bencana, sistem peringatan dini, serta ronda lingkungan sebagai langkah preventif menghadapi cuaca ekstrem.

“Drainase bisa kita benahi secara bertahap, tapi kewaspadaan masyarakat harus dimulai sekarang,” ucapnya.

Pompa Air dan Kolam Retensi Terus Ditambah

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengungkapkan bahwa Pemkot telah menempatkan 27 titik rumah pompa di kawasan rawan banjir, serta mengoperasikan 15 kolam retensi yang terbukti efektif mengurangi genangan.

“Tahun depan kami akan menambah dua kolam retensi baru, sehingga totalnya mencapai 30 titik pada 2025. Hasilnya sudah terlihat, beberapa kawasan kini lebih cepat surut ketika hujan lebat,” jelasnya.

Pemkot juga menggerakkan program ‘Mapag Hujan’, yaitu gotong royong antara pemerintah dan warga untuk membersihkan saluran air secara rutin.

“Kami libatkan warga agar drainase tetap bersih dan berfungsi optimal. Ini bukan hanya urusan pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” tambah Erwin.

Selain itu, Dinas Pertamanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) juga melakukan pemeriksaan dan perawatan pohon tua di jalan-jalan utama guna mengantisipasi risiko pohon tumbang akibat angin kencang.

“Kami fokus pada ruas seperti Jalan Sudirman dan kawasan Balai Kota. Pemeriksaan dilakukan berkala untuk memastikan keamanan,” ujarnya.

Rehabilitasi Drainase Capai 10 Kilometer Sepanjang 2025

Kepala Bidang Drainase dan Trotoar Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Kiki Rosani Rifqi, menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025, Pemkot telah merehabilitasi 10.101,6 meter drainase dari target 14.657 meter, serta membangun 1.606 meter drainase baru dari target 3.928 meter.

“Total panjang drainase yang kini berfungsi optimal sudah mencapai 282.349 meter,” ujarnya.

Pekerjaan drainase difokuskan di wilayah dengan genangan tinggi, seperti Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik Endah, Sukapura, Terusan Jakarta, Leuwipanjang, dan Ir. H. Djuanda, dengan dukungan anggaran sebesar Rp34,53 miliar pada tahun 2025.

Kiki juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke saluran air, karena perilaku tersebut sering menjadi penyebab utama tersumbatnya drainase.

“Drainase akan berfungsi baik jika kebersihannya dijaga bersama. Kami mohon dukungan warga agar ikut menjaga lingkungan,” katanya.

Pos terkait