KARAWANG, Faktaindonesianews.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menandatangani kesepakatan bersama (MoU) demi memperkuat sinergi dalam mewujudkan Jawa Barat Istimewa. Acara yang berlangsung di Aula Husni Hamid, Kompleks Perkantoran Pemda Kabupaten Karawang ini dihadiri oleh unsur TNI, POLRI, Kejaksaan, Kanwil Kemenag, serta pemerintah kabupaten/kota.
Jabar Istimewa: Meningkatkan Pelayanan dan Kesejahteraan
Kesepakatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan dasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program strategis. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa pembangunan manusia unggul dan berkarakter menjadi fokus utama program ini.
“Untuk mewujudkan Jabar Istimewa, dibutuhkan integrasi antara Pemda Provinsi dengan Pemkab/Pemkot serta Forkopimda di tiap daerah agar seluruh program dapat berjalan efektif dan menyeluruh,” ujar Dedi Mulyadi.
Lima Fokus Utama Pembangunan
Dalam kesepakatan ini, terdapat lima bidang prioritas yang menjadi pilar pembangunan Jawa Barat Istimewa:
- Pemberantasan Premanisme – Menekan praktik yang menghambat investasi dan pembangunan ekonomi.
- Pembangunan Pendidikan Istimewa – Meningkatkan kualitas pendidikan agar lebih inklusif dan merata.
- Pembangunan Kesehatan Istimewa – Memperbaiki fasilitas serta akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
- Pembangunan Infrastruktur Istimewa – Memastikan infrastruktur yang lebih baik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
- Pembangunan Daerah Sesuai Kebutuhan Masyarakat – Menyesuaikan kebijakan pembangunan dengan kondisi spesifik tiap daerah guna mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata.
Operasi Jabar Manunggal: Langkah Nyata untuk Perubahan
Sebagai bagian dari implementasi program Jabar Istimewa, Gubernur Dedi Mulyadi meluncurkan Operasi Jabar Manunggal, yang bertujuan untuk mengatasi hambatan utama pembangunan. Operasi ini akan difokuskan pada pemberantasan premanisme, pemungutan liar dalam rekrutmen tenaga kerja, hingga pungutan uang THR yang sering terjadi menjelang hari raya.
“MoU ini bukan sekadar seremonial. Operasi Jabar Manunggal akan didanai oleh Pemprov Jabar, sementara kabupaten/kota juga mengalokasikan anggaran demi menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” tegas Dedi Mulyadi.
Program Wajib Militer untuk Pelajar SMA/SMK/MA
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Dedi Mulyadi mengusulkan penerapan kurikulum wajib militer bagi siswa SMA/SMK/MA di Jawa Barat. Program ini bertujuan untuk membentuk karakter serta membangun potensi generasi muda dalam berbagai sektor strategis.
“Saya serius. Mulai tahun ajaran baru, kurikulum wajib militer akan diterapkan di sekolah-sekolah. TNI dan POLRI akan hadir sebagai pembina untuk membentuk karakter siswa serta memetakan bakat mereka, termasuk bagi yang bercita-cita menjadi tentara atau polisi,” kata Dedi.
Lebih lanjut, program ini juga akan diintegrasikan dengan bidang-bidang strategis seperti pertanian dan peternakan, guna melahirkan generasi muda yang tangguh serta memiliki daya saing tinggi.
Komitmen untuk Jawa Barat Gemah Ripah Repeh Rapih
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menekankan bahwa penandatanganan komitmen ini menjadi titik awal implementasi Operasi Jabar Manunggal.
“Lima bidang utama ini menjadi prioritas pembangunan Jawa Barat. Seluruh kepala daerah dan unsur Forkopimda telah sepakat untuk bersinergi dalam mewujudkan provinsi yang lebih maju, aman, dan sejahtera,” ujarnya.
Dengan adanya sinergi antara Pemprov Jabar, Pemkab/Pemkot, dan Forkopimda, program Jabar Istimewa siap diwujudkan demi menjadikan Jawa Barat Gemah Ripah Repeh Rapih – provinsi yang nyaman, damai, dan sejahtera bagi seluruh masyarakatnya.






