BANDUNG BARAT, Faktaindonesianews.com – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, meninjau kawasan Situ Ciburuy, Kabupaten Bandung Barat, Senin (22/9/2025). Peninjauan dilakukan untuk memastikan proyek normalisasi situ berjalan baik sekaligus menjamin warga terdampak tetap mendapatkan perhatian.
“Saya ditugaskan oleh Pak Gubernur untuk cek, ricek, dan kroscek agar masyarakat jangan sampai tidak diperhatikan,” ujar Herman di lokasi.
Menurut Herman, terdapat 42 bangunan terdampak penataan kawasan, terdiri atas 30 rumah dan 12 warung. Dampak itu muncul akibat pengerukan sedimentasi tinggi di kawasan situ. Meski demikian, normalisasi perlu dilakukan agar fungsi Situ Ciburuy tetap optimal sebagai sumber irigasi, air baku, serta penopang aktivitas sosial-ekonomi masyarakat.
“Karena Ciburuy ini sangat dibutuhkan, maka harus diperbaiki. Normalisasi perlu dilakukan, dan untuk itu diperlukan akses bagi alat berat. Kami mohon maaf jika sebelumnya masih ada kekurangan dalam penataan,” jelasnya.
Ia menegaskan pemerintah akan memberikan solusi terbaik bagi warga terdampak. Prioritas diberikan kepada 30 rumah, terutama karena sebagian besar dihuni keluarga dan warga lanjut usia. Sementara itu, penanganan 12 warung akan dilakukan secara bertahap.
“Paling tidak ada uang tunggu, kompensasi sedang diproses. Pembangunan ini harus dilakukan bersama-sama, sarendeuk saigel, sabobot sapihanean,” tutur Herman.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dalam proses penataan kawasan. “Sekali lagi, bila ada kekurangan kami mohon maaf. Yang jelas, masyarakat tetap diperhatikan,” tegasnya.






