Penangkapan Spesialis Pencuri Bebek di Sukabumi: Kerugian Mencapai Rp18 Juta

Penangkapan Spesialis Pencuri Bebek di Sukabumi: Kerugian Mencapai Rp18 Juta
Penangkapan Spesialis Pencuri Bebek di Sukabumi: Kerugian Mencapai Rp18 Juta

Sukabumi, Faktaindonesianews.com – Seorang spesialis pencuri bebek akhirnya berhasil diringkus pihak kepolisian setelah aksinya menyebabkan kerugian hingga Rp18 juta bagi korbannya. Penangkapan ini menambah panjang daftar kasus serupa yang meresahkan para peternak di berbagai daerah.

Kasus pencurian bebek bukan hanya terjadi di Sukabumi. Sebelumnya, di Garut, seorang peternak bernama Heri (54 tahun) kehilangan sekitar 60 ekor bebek saat sedang menggembala di malam hari. Pelaku berinisial ND (38 tahun) akhirnya ditangkap oleh Polsek Banyuresmi dengan barang bukti bebek hasil curian. Kepada petugas, ND mengaku nekat mencuri karena tekanan ekonomi.

Bacaan Lainnya

Kasus serupa juga terungkap di Serdang Bedagai, Sumatera Utara, di mana polisi meringkus lima tersangka yang terlibat dalam pencurian 700 ekor bebek. Para pelaku menggunakan mobil pick-up untuk mengangkut hasil curian, menyebabkan kerugian bagi peternak hingga Rp15 juta.

Maraknya aksi pencurian ini membuat para peternak resah. Pihak kepolisian mengimbau agar mereka lebih meningkatkan kewaspadaan, terutama saat menggembala bebek di malam hari. “Kami menyarankan peternak untuk memasang sistem keamanan tambahan, seperti CCTV atau penjagaan ekstra, guna mencegah tindak kejahatan serupa,” ujar salah satu petugas kepolisian.

Selain itu, masyarakat diminta segera melapor jika mencurigai adanya aktivitas pencurian. Kerja sama antara peternak dan aparat penegak hukum menjadi kunci untuk menekan angka kejahatan ini.

“Kesadaran dan kewaspadaan kolektif sangat penting. Jangan hanya mengandalkan polisi, tetapi peternak juga harus mengambil langkah-langkah preventif agar aset mereka aman,” tambahnya.

Dengan adanya penangkapan pelaku pencurian bebek di berbagai daerah, diharapkan hal ini memberikan efek jera bagi pelaku lainnya. Namun, upaya pencegahan tetap harus diperkuat agar keamanan dan kesejahteraan peternak tetap terjaga.

Pos terkait