Penjualan Masih Tertinggal, Maxus Perkuat Strategi Bisnis Mobil Listrik di Indonesia pada 2026

Penjualan Masih Tertinggal, Maxus Perkuat Strategi Bisnis Mobil Listrik di Indonesia pada 2026

Faktaindonesianews.com — Maxus Indonesia berupaya memperkuat pondasi bisnis kendaraan listrik di Tanah Air dengan menyiapkan sejumlah strategi baru agar kinerja penjualan pada 2026 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Langkah ini ditempuh setelah perusahaan mengakui capaian penjualan sepanjang 2025 belum memuaskan.

Berdasarkan data retail Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Maxus hanya membukukan penjualan 192 unit selama 2025, dengan pangsa pasar di bawah 0,1 persen. Angka tersebut tertinggal dibandingkan sejumlah merek baru asal China lainnya yang masuk ke pasar Indonesia pada periode yang relatif berdekatan.

Bacaan Lainnya

Sebagai perbandingan, Xpeng yang memulai aktivitas penjualan ritel pada Juli 2025 mampu mencatatkan penjualan 824 unit dengan pangsa pasar 0,1 persen. Sementara itu, Denza yang mulai berjualan pada Februari 2025 justru melesat dengan total penjualan 7.324 unit, menguasai 0,9 persen pangsa pasar mobil listrik nasional.

National Sales & DND Head Maxus Indonesia, Elisa Tobing, mengakui performa penjualan perusahaan sepanjang 2025 memang jauh dari harapan. Menurut dia, minimnya pengenalan merek menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi capaian tersebut.

“Intinya kami coba angkat yang namanya brand image,” ujar Elisa saat ditemui di kawasan PIK, Rabu (4/2).

Saat ini, Maxus memasarkan dua model MPV listrik premium, yakni Mifa 7 dengan banderol sekitar Rp750 juta dan Mifa 9 seharga Rp888 juta. Di tengah persaingan ketat segmen kendaraan listrik premium, Maxus memilih fokus memperkuat fondasi bisnis sebelum mengejar volume penjualan besar.

Elisa menjelaskan perusahaan telah menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari penguatan jaringan diler, peningkatan layanan purnajual, hingga strategi pemasaran yang lebih agresif. Selain itu, Maxus juga menyiapkan penguatan sumber daya manusia, baik di lini penjualan maupun aftersales.

“Selain siapkan manpower, baik sales dan aftersales, fokus kami brand image. Kami juga tidak muluk, yang penting tetap eksis dan melayani pasar Indonesia dengan pelayanan terbaik,” ucapnya.

Meski optimistis kinerja penjualan pada 2026 akan membaik, Maxus belum menetapkan target penjualan spesifik. Perusahaan memilih fokus menyelesaikan ekspansi jaringan terlebih dahulu.

“Kami belum ada target spesifik sebelum 20 dealer benar-benar berjalan. Saat ini kami sedang membenahi itu,” kata Elisa.

Dengan strategi tersebut, Maxus berharap dapat memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik Indonesia sekaligus membangun kepercayaan konsumen dalam jangka panjang.

Pos terkait