Bandung, Faktaindonesianews.com – Penjabat Wali Kota Bandung, A. Koswara, secara resmi membuka Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Motah Bakul Agamis yang berlokasi di Jalan Rengas RW 06, Kelurahan Gempolsari, Kecamatan Bandung Kulon.
Acara ini juga disertai dengan penyerahan bantuan CSR Bank bjb kepada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Bandung dan pelepasan simbolis pengiriman Refuse Derived Fuel (RDF) ke PT Indocement Tunggal Prakasa.
Inovasi Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan
TPST Motah Bakul Agamis menghadirkan solusi inovatif dalam pengelolaan sampah yang menggabungkan berbagai metode ramah lingkungan. Di antaranya, pengolahan sampah dengan maggot, bank sampah, program Buruan Sae, serta pemrosesan sampah plastik dan organik. Pendekatan ini akan membuat pengelola sampah di wilayah Bandung Kulon mengelola sampah dengan lebih efektif dan efisien.
Apresiasi dan Harapan Wali Kota Bandung
Koswara memberi apresiasi tinggi kepada tim Satgas Sampah Kota Bandung yang berhasil mengubah TPS liar menjadi TPST yang lebih terorganisir dan produktif.
Ia menekankan, penting bagi semua pihak untuk memastikan keberlanjutan program ini, agar tidak hanya berhenti pada acara seremonial, namun terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Ini adalah hasil kerja keras yang harus kita jaga terus. Kolaborasi antara camat, Dinas Lingkungan Hidup, DSDABM, DKPP, serta Indocement sebagai pemanfaat RDF harus terus berlanjut. Saya berharap kecamatan lain juga dapat mengadopsi skema TPST Motah ini,” ujar Koswara dengan penuh semangat.
Kerja Sama dengan Bank bjb dan Penyerahan Bantuan CSR
Selanjutnya, dalam kesempatan yang sama, Bank bjb menandatangani perjanjian kerja sama dengan LPM Kota Bandung. Sebagai bagian dari program penanganan sampah terpadu, Bank bjb juga menyerahkan 151 unit gerobak sampah. Koswara optimistis bahwa langkah ini akan membantu Kota Bandung mencapai kemandirian dalam pengelolaan sampah.
Optimisme Wali Kota untuk Pengelolaan Sampah yang Lebih Baik
“Kami telah membentuk tiga kelompok dalam Satgas Sampah: kelompok yang mengatur kewilayahan, infrastruktur, dan kebijakan. Tim Satgas sudah bekerja solid sejak 2024. Saya yakin jika kolaborasi ini terus terjalin, Kota Bandung akan mampu mengelola sampah dengan lebih baik,” tambahnya.
TPST Motah Bakul Agamis sebagai Model Pengelolaan Sampah Terpadu
Dengan beroperasinya TPST Motah Bakul Agamis, diharapkan pengelolaan sampah di wilayah Bandung Kulon dapat dilakukan dengan lebih efektif dan berkelanjutan.
Proyek ini menjadi contoh yang baik bagi kecamatan lain dalam mengelola sampah secara terpadu dan ramah lingkungan, serta memberi harapan baru untuk pengelolaan sampah yang lebih efisien dan berdaya guna di Kota Bandung.






