MALANG, Faktaindonesianews.com – Usaha peternakan sapi perah di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terus menunjukkan perkembangan positif. Salah satu penggerak ekonomi warga setempat adalah Kelompok Ternak Sumber Karanglo, yang kini mampu memproduksi lebih dari 400 liter susu segar per hari.
Kelompok ternak tersebut berdiri sejak Oktober 2020 sebagai wadah bagi para peternak sapi perah untuk saling belajar, meningkatkan kualitas ternak, dan mengembangkan usaha secara bersama-sama. Salah satu anggotanya, Rendy Hertanto, mengatakan bahwa usaha peternakan menjadi sumber penghidupan utama bagi banyak keluarga di Karangploso.
“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas hasil ternak sekaligus mengembangkan usaha agar mampu memberikan nilai tambah bagi hasil produksi,” ujar Rendy, Sabtu (1/8/2026).
Miliki 58 Ekor Sapi Perah
Saat ini, Kelompok Ternak Sumber Karanglo memiliki lebih dari 58 ekor sapi perah. Produksi susu segar mereka mencapai lebih dari 400 liter setiap hari dan dipasarkan ke berbagai mitra pengolahan susu.
Untuk menjaga produktivitas, kelompok rutin mengadakan bimbingan teknis dan vaksinasi kesehatan ternak. Langkah tersebut membantu menjaga kualitas susu sekaligus mencegah penyakit pada sapi perah.
Meski terus berkembang, para peternak masih menghadapi sejumlah tantangan. Proses produksi yang sebagian besar masih dilakukan secara manual membuat kapasitas dan efisiensi kerja belum optimal. Selain itu, jangkauan pemasaran produk masih terbatas dan legalitas usaha serta produk masih dalam tahap pemenuhan persyaratan.
“Produksi masih manual sehingga kapasitas dan efisiensi produksi masih terbatas. Pasar juga masih terbatas sehingga penjualan belum luas. Keterbatasan modal menjadi tantangan dalam pengembangan produksi dan pemasaran,” jelas Rendy.
Bergabung dengan Program Klaster Unggulan BRI Peduli
Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, Kelompok Ternak Sumber Karanglo bergabung dalam Program Klaster Unggulan BRI Peduli. Melalui program ini, para peternak mendapatkan pendampingan usaha, pelatihan pengolahan susu, hingga dukungan sarana produksi.
Rendy mengungkapkan bahwa para anggota kelompok kini mulai memproduksi berbagai olahan susu bernilai tambah seperti susu pasteurisasi, yoghurt, dan keju. Produk-produk tersebut membuka peluang pendapatan baru bagi peternak.
“Kami mendapatkan pelatihan pengolahan susu menjadi produk bernilai tambah. Selain itu, bantuan peralatan membuat proses pengolahan lebih efisien, higienis, dan mampu meningkatkan volume produksi,” katanya.
Program tersebut juga membantu kelompok dalam pengurusan izin produksi olahan susu sapi serta memberikan pelatihan marketing dan digital marketing agar pemasaran dapat menjangkau konsumen yang lebih luas melalui media digital.
Tingkatkan Kesejahteraan Peternak
Rendy menilai pendampingan yang diberikan tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan anggota kelompok.
“Program ini sangat membantu meningkatkan kualitas usaha dan kesejahteraan masyarakat. Kami merasa terbantu dengan pelatihan, bantuan peralatan, dan pendampingan usaha,” tuturnya.
Sementara itu, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa BRI Peduli terus mendukung pengembangan usaha berbasis potensi lokal agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Menurutnya, bantuan peralatan usaha diberikan untuk meningkatkan efektivitas produksi dan kualitas produk, sedangkan pelatihan bertujuan memperkuat kemampuan kelompok dalam produksi maupun pemasaran.
“Kisah Kelompok Ternak Sumber Karanglo membuktikan bahwa Program Klaster Unggulan BRI Peduli memberikan manfaat nyata. Pendampingan tidak hanya memperkuat kapasitas produksi dan kualitas produk, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sekitar,” ujar Dhanny.
Sudah Jangkau 37 Kelompok Usaha
Sejak diluncurkan pada 2022, Program Klaster Unggulan BRI Peduli telah memberdayakan 37 kelompok usaha di berbagai daerah di Indonesia. Program tersebut juga telah memberikan 32 jenis pelatihan serta menyalurkan 375 unit sarana dan prasarana kepada kelompok usaha binaan.






