GARUT, Faktaindonesianews.com – Upaya peningkatan kesejahteraan warga kurang mampu kembali dilakukan melalui program Srikandi Movement dan Light Up The Dream (LUTD) yang digagas PT PLN (Persero) UP3 Garut. Program tersebut menyasar perempuan kepala keluarga (janda) yang belum memiliki akses listrik, dan simbolisasi penyalaan meteran perdana dilakukan di Kampung Cimuncang, Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Jumat (21/11/2025).
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan mengapresiasi kepedulian PLN terhadap warga yang membutuhkan, terutama kelompok perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga.
“Hari ini kami melakukan simbolis penyalaan meteran untuk lansia di sini sebagai penerima manfaat listrik gratis dari PLN sebagai bentuk tanggung jawab sosial,” ujarnya.
Selain pemasangan listrik gratis, penerima manfaat juga mendapatkan paket sembako sebagai bentuk dukungan tambahan.
Program Berbasis Kepedulian dan Tanggung Jawab Sosial
Putri Karlina menegaskan, program ini sangat berarti bagi masyarakat yang belum mampu melakukan pemasangan listrik mandiri.
“Mungkin tidak semuanya dapat kami upayakan sendiri, jadi kami sangat merasa terbantu ketika PLN melakukan giat sosial seperti ini,” tambahnya.
Menurutnya, sinergi seperti ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi pada gotong royong lintas sektor demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Srikandi PLN: Perempuan Dukung Perempuan
Manager PLN UP3 Garut, Atikah Dewi Anggreny, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari gerakan “Woman Support Woman”, di mana pegawai perempuan PLN atau Srikandi PLN turun langsung memberikan pelayanan dan pendampingan kepada penerima manfaat.
Sementara program Light Up The Dream (LUTD) merupakan program penyambungan listrik gratis yang dananya berasal dari penyisihan gaji pegawai PLN.
“Alhamdulillah, sejak 2021 program ini berjalan. Untuk Kabupaten Garut saja, tahun ini kami sudah menyalakan sekitar 200 sambungan gratis, tersebar di wilayah Garut Utara hingga Garut Selatan,” jelasnya.
Meski Rasio Elektrifikasi Mendekati 100 Persen, Ada Masyarakat yang Masih Belum Menikmati Listrik
Atikah mengungkapkan bahwa tingkat elektrifikasi Kabupaten Garut telah mencapai 99,99 persen, namun masih ada warga yang belum dapat menikmati listrik karena terkendala pemasangan meteran resmi.
Karena itu, program LUTD dan Srikandi Movement dirancang untuk memastikan akses energi tidak hanya merata, tetapi juga ramah kelompok rentan.
“Kami berharap masyarakat penerima manfaat, terutama perempuan tangguh dan janda pencari nafkah, dapat terus berkarya dan meningkatkan kualitas hidupnya dengan adanya listrik,” ujarnya.






